SOLO- Ekspor produk kreatif pada tahun 2010 didominasi oleh subsektor fashion. Nilai ekspor untuk subsektor fashion ini mencapai 4.235.047.028 dolar AS.
Nilai ekspor terbesar kedua dan ketiga untuk produk kreatif, ditorehkan oleh subsektor kerajinan 1.848.665799 dolar AS dan musik yang mencapai 195.108.916 dolar AS. “Ketiga produk tersebut menguasai 97,7 persen dari total nilai ekspor produk kreatif di tahun 2010 yang sebesar 6.424.948.374 Dolar AS. Begitu juga di tahun-tahun sebelumnya, ketiga produk tersebut menduduki tiga peringkat terbesar,” jelas Sri Maryani, Kasubdit Pelayanan Informasi Ekspor Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan Indonesia, saat dihubungi Joglosemar, Sabtu (14/5).
Industri fashion dan kerajinan memberi kontribusi besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Adapun untuk keseluruhan produk kreatif, kontribusi ekonomi produk kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selama 2008 mencapai 7,28 per sen atau senilai Rp 151 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 7,7 juta orang.
Lanjutnya, secara keseluruhan, nilai ekspor produk kreatif Indonesia pada tahun 2010 sebesar 6.424.948.374 dolar AS yang berasal 10 subsektor, di antaanya arsitektur 20.018 dolar AS, desain 111.166.006 dolar AS, serta fashion 4.235.047.028 dolar AS.
“Secara total perbandingan nilai ekspor produk kreatif tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 mengalami penurunan. Penurunannya sebesar 41 persen yaitu dari 10.953.764.235 dolar AS menjadi 6.424.948.374 dolar AS,” ungkapnya.
Turun
Turunnya nilai ekspor produk kreatif terjadi sebagai dampak dari krisis ekonomi global, dimana produk-produk kreatif ini bukan merupakan kebutuhan utama tetapi merupakan kebutuhan sekunder bahkan tersier yang dapat ditunda untuk dikonsumsi. Oleh sebab itu, wajar apabila produk tersebut pada tahun 2010 mengalami penurunan nilai ekspornya.
Ditambahkan, pada umumnya produk kreatif harganya atau nilainya relatif mahal, sehingga mengalami penurunan secara drastis. “Beberapa produk yang mengalami penurunan adalah arsitektur mengalami penurunan dari 94,63 ribu dolar AS menjadi 20,04 ribu dolar AS, fashion turun dari 7,41 juta dolar AS menjadi 4,23 juta dolar AS, desain dari 175,26 ribu dolar AS turun menjadi 111,13 ribu dolar AS,” paparnya.
Pada tahun 2011 ini, Indonesia menargetkan kontribusi industri atau ekspor produk kreatif sebesar 9,2 persen. Target ini lebih besar dari target pada tahun 2010 yang hanya sebesar 7,9 persen. n Yasser Arafat
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




