SEMARANG—KONI Provinsi Jawa Tengah bakal memberlakukan sistem promosi dan degradasi atlet yang disiapkan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau pada Juni 2010 mengingat tantangan Jateng cukup berat. Wakil Ketua Umum II (Bidang Pembinaan dan Prestasi) KONI Jateng, Sukahar, pada rapat pleno pengurus induk organisasi olahraga tersebut di Semarang, Kamis (18/3), mengatakan, kebijakan penerapan sistem itu muaranya kepada prestasi maksimal atlet setempat saat turun di Riau mendatang.
“Masyarakat tahunya adalah hasil di PON mendatang sehingga kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dan kuncinya kita harus kompak,” katanya. Jateng melaksanakan Program Pusat Pembinaan dan Olahraga Prestasi (PPOP) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) untuk menyiapkan atletnya di PON mendatang. Ia menyebutkan, saat ini jumlah atlet yang tergabung di PPOP sebanyak 170 atlet dan 30 pelatih, sedangkan PPLM sebanyak 75 atlet dan 18 pelatih.
“Saya sering mendapat pertanyaan dari atlet, kapan promosi-degradasi diberlakukan,” katanya. Ia mengatakan, sebelum pemberlakuan sistem promosi-degradasi itu pada April 2010 akan pengukuhan atlet PPOP dan PPLM.
Hingga saat ini, katanya, setiap atlet yang masuk dua program tersebut mendapat uang saku sedikitnya tiga juta rupiah per bulan, sedangkan pelatih Rp 3,5 juta per bulan.
“Dari jumlah ini, kita paling tinggi dibanding atlet daerah lain,” katanya. Pemberian uang saku tersebut, katanya, memotivasi atlet agar bisa berprestasi lebih baik pada masa mendatang.
Ia mengatakan, beberapa cabang olahraga yang sudah memulai babak kualifikasi PON XVIII pada akhir Tahun 2010 seperti atletik yang babak kualifikasinya secara berkelanjutan. “Saya berharap masing-masing pengurus cabang olahraga untuk mencermati nomor yang akan dipertandingkan pada PON mendatang karena saya mendengar yang dipertandingkan adalah 533 nomor sedangkan usulan dari pengurus besar cabang olahraga sebanyak 558 nomor,” katanya. (ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




