Pameran tunggal oleh Boy T Harjanto ini merupakan hasil karya jepretan di tahun 2008, saat masih berprofesi sebagai fotografer di salah satu media di Ibukota Jakarta. Sebanyak 58 karya tertata rapi memenuhi ruangan pameran di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo. Tampak pula sebuah motor tua merek CB 100, yang penuh dengan tempelan selongsong film yang digunakan Boy T Harjanto saat pertama kali berprofesi sebagai fotografer.
Pameran bertajuk Jejak di Negeri Urban yang berlangsung sejak 16-22 Januari 2010, di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo, Minggu (17/1) cukup banyak peminat. Mas Boy panggilan akrabnya, mengaku punya inisiatif mengadakan pameran tunggal untuk menambah referensi tentang fakta konflik sosial yang sudah lama terjadi khususnya di ibukota.
Berangkat dari dunia seni lukis, ia justru banting setir dalam dunia fotografi yang ditekuni hingga kini. Pilihannya tersebut ternyata tidak meleset, dalam acara Mochtar Lubis Award 2009, ia berhasil menyabet penghargaan dalam “Kategori Foto Terbaik”, dan berhak mendapatkan uang sebesar Rp 50 juta dengan karyanya yang berjudul Penggusuran Taman BMW.
“Dalam dunia jurnalis kadang kita dituntut untuk secepat mungkin memutuskan antara memotret dan menolong. Kedua pertentangan tersebut membuat kita dilematis, bayangkan saja ketika penggusuran tersebut saya hanya berjarak kurang dari 100 meter dari TKP. Di situlah perasaan saya bingung akankah menolong atau memotret, tapi saat itu saya memutuskan untuk berhenti memotret sebagai bentuk iba saya terhadap nenek tersebut, apalagi dia masih dalam keadaan sakit,” ungkap Mas Boy saat ditemui Joglosemar di sela-sela acara pameran. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




