Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Poltabes Selidiki 4 DPO Teroris Solo

Sabtu, 20/03/2010 09:00 WIB - apl/dtc

SOLO—Poltabes Surakarta mem-back up, Densus 88 Mabes Polri, menyelidiki terkait empat orang daftar pencarian orang (DPO) buronan teroris. Kendati demikian, Poltabes belum memiliki data valid terkait DPO tersebut.
Setelah Mabes Polri merilis 31 nama DPO teroris, empat di antaranya Ustaz Ziad alias Deni Suranto alias Toriq, Abu Asma alias Pandu, Rakhmat alias Tono alias Bayu Seno dan Fibrin alias Rambo, yang disinyalir merupakan warga Solo. Untuk itu, Poltabes Surakarta langsung melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. Dari beberapa informasi yang berhasil didapatkan, salah satu DPO, Pandu Wicaksono, warga Semanggi. Dia diketahui menghilang sejak awal 2010.
“Dari beberapa keterangan yang berhasil kami peroleh, salah satu DPO yakni Pandu Wicaksono pada akhir Desember masih berada di Solo. Dirinya baru menghilang pada awal bulan Januari, kira-kira pada tanggal 5 Januari,” terang Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasat Reskrim Kompol Susilo Utomo, Jumat (19/3).

Menyinggung bertambahnya dua nama DPO, Fibrin alias Rambo dan Ustaz Ziad alias Deni Suranto alias Toriq, Susilo mengaku masih melakukan penyelidikan. “Kita masih terus melakukan penyelidikan, karena yang berwenang sepenuhnya adalah Densus 88. Kita hanya mem-back up saja. Jika nanti kami mengetahui keberadaan para DPO tersebut, maka kami segera laporkan ke Densus,” tambah Susilo.
Dari Pamulang seperti dikutip vivanews.com, Jumat (19/3), Tim identifikasi atau Indonesia Automatis Fingerprint Identification System (Inafis) Mabes Polri mendatangi rumah mantri Fauzi Syarif di Gang Asem No 15B RT 03/RW V, Pemulang, Tangerang, Banten. Densus 88 Mabes Polri menggelar rekonstruksi, dari lokasi polisi membawa 11 bungkusan dari dalam rumah. Jalannya rekonstruksi menjadi tontonan warga setempat. Mereka rela berdesak-desakan ingin melihat jalannya rekonstruksi.
Dalam rekonstruksi ini polisi membawa kembali motor Suzuki Thunder yang menjadi barang bukti tewasnya dua pengawal teroris kakap, Dulmatin.
Sebagaimana diketahui, dalam penyergapan, Selasa (9/3), dua pengawal Dulmatin Hasan Nur dan Ridwan tewas ditembak polisi. Penembakan dilakukan saat keduanya kabur dari arah rumah Fauzi, yang mencoba kabur naik sepeda motor Suzuki Thunder biru T 6413 AU.
Saat dilangsungkannya rekonstruksi, mantri kesehatan Fauzi yang juga pemilik rumah No 15B RT 03/RW V, Pamulang Barat, juga turut dihadirkan. Dia beserta seorang tersangka lainnya turun dari mobil Isuzu B 8256 UP tepat di depan gerbang rumahnya. (apl/dtc)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :