Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Politisi PKS Dirongrong Kasus

Kamis, 11/03/2010 09:00 WIB - dtc

JAKARTA—Perusahaan Misbakhun, PT Selalang Prima diduga melakukan impor barang fiktif. Tapi politisi PKS ini buru-buru membantah. Barang yang dia impor memang tidak terdaftar di Bea Cukai Indonesia, tetapi terdaftar di Hongkong.
”Saya mengimpor dari Grains Trading lalu saya jual ke Hongkong apa harus lewat bea cukai Indonesia? Ya jelas datanya mereka tidak ada,” papar Komisaris PT Selalang Prima Internasional Mukhamad Misbakhun dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3).
Menurut Misbakhun, membeli dari perusahaan pengekspor asing yang tujuannya tidak di Indonesia tidak harus melalui Bea dan Cukai. ”Tujuannya kan ke Hongkong,” papar Misbakhun.
Kebetulan saja Grains juga menstok ke perusahaan lain di Indonesia. Sehingga kalau demikian maka bisa saja ada perusahaan lain yang terhadap di Bea dan Cukai. ”Yang jelas L/C saya untuk kondensat bukan gandum,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Bea dan Cukai Efy Suhartantyo pada Selasa kemarin memastikan bila sama sekali tidak ada daftar impor kondesat yang terdaftar atas nama PT Selalang Prima International, milik Misbakhun sepanjang 2007.
Dalam dokumen yang beredar menyebutkan bila barang yang diimpor oleh Misbakhun itu dikapalkan ke pelabuhan di Indonesia. Di dokumen itu pun hanya tercantum tulisan “any port”, tidak tertulis nama pelabuhannya.
Misbakhun sendiri mengaku pasrah sepenuhnya atas nasib yang akan terjadi pada dirinya. Ia merasa sedang dibayangi risiko objektifitas partainya soal skandal Century.
”Segala sesuatu ada konsekuensi dan segala sesuatu ada risiko. Jadi, sepanjang kita di jalan, yang ada ya itu kita harus diterima,” ujar Misbakhun mengomentari kasus L/C bodong perusahaannya yang dikaitkan dengan objektifitas PKS di Pansus Century.
Misbakhun berharap kasus Letter of Credit yang pelik dihadapinya ini tidak dijadikan sebagai isu barter politik. Misbakhun percaya sepenuhnya kepada partai yang telah membesarkannya. (dtc)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :