Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Polemik Pasar Jumat Pedagang Produk Pertanian Kian Terdesak

Senin, 08/03/2010 09:00 WIB - tam

KARANGANYAR—Kumpulan para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kompleks perkantoran Cangakan setiap hari Jumat (Pasar Jumat) pada mulanya ditujukan sebagai tempat promosi dan berdagang para penghasil produk pertanian di Karanganyar. Namun saat ini dengan membludaknya jumlah pedagang di pasar itu justru mendesak para pedagang produk pertanian asli Karanganyar di area tersebut.
Hal itu seperti dilontarkan oleh Kusno salah satu pedagang beragam jenis bunga dan tanaman di Pasar Jumat yang mengaku telah berdagang di situ sejak enam tahun silam. ”Dulu berjualan di sini itu ibarat surga bagi kami, semua jenis hasil pertanian dijual di sini, persaingan sehat dan penghasilan kami pun cukup besar setiap kali berjualan. Tetapi sekarang jualan kami itu sudah kalah dengan jualan lauk pauk atau pakaian,” keluhnya pedagang asal Karanganyar kota ini.
Hal itu menurutnya sebagai imbas dari semakin banyak jumlah pedagang yang berjualan selain produk pertanian di Pasar Jumat saat ini. Sehingga masyarakat yang berkunjung ke Pasar Jumat sudah tidak lagi tertarik membeli produk pertanian tetapi lebih suka membeli produk lain seperti pakaian, lauk pauk, dan macam-macam barang kelontong.
”Saya tetap bertahan berjualan karena masih banyak tanaman di rumah yang saya budidayakan, sayang kalau tidak coba-coba dijual, meski dijualnya dengan harga murah,” tutur Kusno.
Dari menjual tanaman dan bunga macam Keladi, Jemani, Anthurium, Gelombang Cinta rata-rata per hari Jumat berjualan ia hanya mendapat uang sekitar Rp 50.000. (tam)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :