Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Pisang Bertandan Ganda Gegerkan Warga

Rabu, 10/03/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Pohon pisang ambon (musa paradisiaca)  milik Kustini (51) warga Dusun Kedungsono RT 05/VI, Desa Bulusulur, Wonogiri memiliki kelainan dibanding  pohon pisang kebanyakan. Bila pohon pisang lain biasanya hanya memiliki satu tandan yang menjulur, pohon pisang miliknya memiliki dua tandan dalam satu pohon dengan bentuk bercabang.
Kontan saja, keunikan pohon pisang itu menarik perhatian warga sekitar untuk menyaksikannya. Namun dia dan keluarganya menganggap itu hal yang biasa saja dan memang mungkin saja bisa terjadi di mana pun.
“Saya menganggapnya itu  biasa, dan tidak ada perlakuan khusus. Buahnya juga dimakan, biasanya bila lebih tetangga juga dikasih,” tuturnya.
Ketiga Kali
Menurut dia, dulu kali pertama anakan pisang dibawa dari Desa Betal, Nguntoronadi sekitar lima tahun lalu.  Pisang lain yang ditanam di sana tidak ada yang seperti miliknya. “Kira-kira lima tahun lalu bibitnya diambil dari daerah proyek (waduk - red) di sekitar Betal. Di sana pisangnya semua biasa, tidak ada yang seperti ini,” jelasnya Selasa (9/3).
Menurut dia, buah pisang yang kini masih menunggu masak tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, pernah dua kali pohon pisang miliknya memiliki tandan bercabang. Bahkan, banyak orang yang sengaja meminta bibit anakan dari pohon pisang milik Kustini.
“Banyak yang minta, tapi katanya tidak seperti yang ada di sini. Semua ya bisa hidup tapi buahnya tidak bercabang seperti milik saya,” imbuh dia.
Jauh sebelum keanehan itu, Kustini mengaku salah satu pohon pisang miliknya bercabang justru pada batangnya. “Dulu malah yang bercabang batangnya, sekarang buahnya yang bercabang,” tegas dia.
Kedua tandan pisang milik Kusatini tersebut masing-masing berisi 22 buah pisang, sehingga total ada 44 pisang. “Yang pertama dulu sampai mateng, yang kedua ambruk kena angin. Terus yang ini nggak tahu nanti sampai masak nggak. Kayanya sampai masak,” pungkasnya.  (son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :