KLATEN (Joglosemar): Trauma terhadap kericuhan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2004 silam, Pilkades di Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Klaten Sabtu (14/11) kemarin dijaga ketat oleh 60 personel Polres Klaten.
Kapolres Klaten, AKBP Agus Jaka Susanto melalui Pelaksana Harian Kapolsek Ceper, Endang Sri Hastuti di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) mengatakan, 60 personel tersebut sengaja dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.
Menurut dia, pengalaman pada Pemilu di lokasi yang sama lima tahun silam harus dijadikan pelajaran bagi aparat dan pihak penyelenggara. Karena itu pihaknya tidak ingin kecolongan lagi.
“Potensi kericuhan masih tetap ada mengingat jumlah massa dari calon Kades sama-sama besar. Semuanya perlu diantisipasi sejak dini untuk menghindari terjadinya tindakan negatif dari masing-masing pendukung calon,” tutur Endang.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kujon, Djoko Purnomo sendiri mengatakan, saat Pilkades 2004 silam, ratusan pendukung calon Kades dari kubu yang berbeda sempat bersitegang saat proses pemilihan berlangsung.
Bahkan, banyak warga yang kedapatan membawa benda dan senjata yang membahayakan. “Ketegangan antarpendukung itu muncul lantaran selisih hasil penghitungan suara yang terlampau tipis. Keadaan memanas saat waktu itu tanpa penjagaan dari pihak keamanan,” ujar Djoko, Sabtu (14/11).
Oleh karena itu, jelas Djoko, pantauan aparat kepolisian Polres Klaten sangat diharapkan pada Pilkades tahun ini.
Sementara itu Camat Ceper, Bejo Wiyono berharap kepada semua calon maupun pendukungnya agar tertib mengikuti jalanya Pemilu dan menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya.
“Mereka harus siap untuk menang dan siap untuk kalah. Mereka sudah bersedia menaati peraturan yang telah disepakati bersama untuk tidak membuat kericuhan,” tandas Bejo. (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




