Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Pilkada, Waspadai Provokator

Rabu, 10/03/2010 11:00 WIB - ono

BOYOLALI—Tingkat kerawanan politis Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  tahun 2010 mendatang jauh lebih tinggi ketimbang  pemilihan bupati periode sebelumnya.
Karena itu, Bupati Boyolali, Sri Moeljanto mengimbau jangan sampai ada provokator  menyusup dalam Pilkada ini.
”Jangan ada provokator, kalau memilih bupati ya pilih yang lebih baik dari saya,” ujar Bupati saat memberikan sambutan panen raya di Desa Bendungan Kecamatan Simo, Rabu (10/2).
Bupati mencontohkan, seperti halnya di sebuah gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang sudah berlangsung dengan baik, akan rusak jika ada meskipun hanya satu provokator. Misalnya saja ada petugas penyuluh lapangan (PPL) yang bilang beras jelek, otomatis akan menimbulkan keragu-raguan di petani dan menyebabkan keretakan hubungan yang sudah dibina selama ini.
Bupati mengatakan, semua bakal calon yang akan maju ini bagus, baik pasangan Seno Samodro-Agus Purmanto maupun Daryono-Joko Widodo. Sehingga siapa pun pilihan petani, jangan sampai nantinya terjadi perpecahan, terutama di tubuh Gapoktan.     Dijelaskan Bupati, petani-petani yang sudah terintegrasi melalui kelompok-kelompok tani (Gapoktan) jangan sampai pecah hanya karena Pilkada. ”Kalau sampai terjadi, ini bahaya,” paparnya.
Bupati menambahkan, persoalan petani sangat terkait erat dengan program ketahanan pangan sebagai lumbung nasional. Hal itu jelas terkait erat dengan stabilitas karena pembangunan harus jalan terus.
Terpisah, Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho menyatakan pihaknya juga turut mewaspadai kerawanan politik Pilkada mendatang. Berbeda dengan Pilbup periode sebelumnya, Pilkada kali ini masih ada ekses politis dari pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg). Sehingga potensi kerawanan politis masih sangat besar dibandingkan Pilbup lalu.
”Kerawanan itu pasti ada, apalagi Pilkada ini kan ekses dari Pilpres dan Pileg kemarin masih sangat tersisa, ini yang akan kami terus pantau,” ujar Kapolres.
Saat ini, pihaknya sudah melakukan pemetaan-pemetaan potensi kerawanan yang ada di Boyolali. Termasuk dengan menggiatkan operasi-operasi untuk mengantisipasi kerawanan tersebut. Jangan sampai suasana yang sudah kondusif di Boyolali menjadi rusak karena suhu Pilkada. (ono)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :