Acara pembukaan National Summit 2009 yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (29/10) mendadak tegang. Peristiwa berawal saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membacakan sambutannya. Tiba-tiba dari sebelah kiri SBY terdengar suara prang, menyerupai kaca atau barang berbahan beling pecah. Seketika tiang lampu di sebelah layar proyektor pun bergetar. Setelah diamati ternyata salah satu speaker terjatuh di panggung kehormatan Presiden SBY. Presiden pun menghentikan sambutannya beberapa saat.
Hal itu membuat kaget para peserta National Summit. Ribuan pasang mata para peserta yang hadir dalam acara tersebut langsung tertuju pada sisi kiri presiden yang menjadi sumber suara benda jatuh.
Namun ketegangan itu segera mencair setelah secara spontan Presiden SBY melanjutkan sambutannya. ”Mungkin ada penghuni makhluk halus di sini,” ujar SBY yang disambut senyum peserta. Setelah memastikan kondisi baik-baik saja, SBY melanjutkan pidatonya.
Namun rupanya, kejadian speaker jatuh itu bukan yang terakhir menjadi gangguan pidato Presiden SBY. Di tengah-tengah menyampaikan pidatonya, kembali SBY merasa terganggu. Kali ini gara-gara juru layar yang lupa mengganti tampilan layar. SBY dalam pidatonya memang menggunakan alat bantu LCD proyektor yang ditayangkan melalui tiga layar besar.
Nah, saat asyik menerangkan tentang strategi pembangunan sambil menunjuk ke layar, tampilan yang dikehendaki SBY ternyata tidak berganti.
SBY sadar jika juru layar yang bertugas mengganti gambar tidak tanggap. SBY pun cepat-cepat menegur juru layar itu. ”Juru layar kok ngelamun,” tegur SBY sambil menunjuk juru layar itu.
Tak urung, teguran SBY itu membuat juru layar tergagap. ”Nah, ngelamun to! Mungkin memikirkan suara apa itu tadi (speaker jatuh-red),” imbuh SBY lagi menyitir kegaduhan yang sempat mengganggu pidatonya sebelumnya.
Mendengar teguran itu sontak tawa hadirin pun pecah. Setelah juru layar mengganti tampilan, SBY pun melanjutkan pidatonya.
National Summit yang digelar dengan tujuan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat di berbagai bidang, mulai dalam bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, serta hukum dan reformasi birokrasi. Juga bertujuan memperluas ownership dari program pemerintah selama lima tahun ke depan.
Pada National Summit 2009 yang diselenggarakan Kamar Dagang Industri (Kadin) tersebut, sebanyak 1.500 peserta hadir yang terdiri atas gubernur, bupati/wali kota seluruh Indonesia, Kepala Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
Pada kesempatan tersebut, SBY juga memberikan arahan kepada para kepala daerah dan pimpinan BUMN tentang kebijakan ekonomi pemerintah selama lima tahun ke depan. Di samping itu, National Summit 2009 juga akan diisi dengan paparan dari menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II tentang kebijakan ekonomi.
Adapun sejumlah menteri yang melakukan presentasi di antaranya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang menyampaikan kerangka pembangunan ekonomi dan sasaran, target, serta fokus pembangunan selama lima tahun mendatang.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono memberikan paparan kerangka pembangunan bidang kesejahteraan. (dtc/oke/dhi)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




