KLATEN—Ribuan petani tembakau di Klaten terancam gulung tikar. Hal ini disebabkan karena tidak cukupnya modal yang dimiliki petani untuk melakukan penanaman bibit tembakau. Musim hujan berkepanjangan ikut memperparah terpuruknya petani tembakau di Klaten.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Klaten Kadarwati mengatakan, saat ini petani banyak yang kebingungan mencari modal untuk melakukan penanaman bibit tembakau, karena dana yang dibutuhkan tidak sedikit.
“Untuk satu hektare lahan butuh modal sekitar Rp 25 juta. Dana tersebut untuk membeli bibit, mengolah lahan, memberi pupuk dan pestisida. Selain itu juga untuk membayar pekerja yang merawat dan memanen tembakau,” ujarnya, Selasa (29/3).
Keluhan dari ribuan petani itu disampaikan kepada Kadarwati, saat digelar serap aspirasi ke sentral tembakau seperti di Kecamatan Trucuk, Jogonalan, Prambanan, Cawas dan Manisrenggo. Mereka banyak yang tidak dapat menanam karena kekurangan modal.
Dijelaskan, dalam mengajukan modal ke bank banyak petani yang sudah tidak memiliki agunan (jaminan) yang dapat dipercaya bank. Karena sertifikat dan surat berharga lain yang mereka miliki sudah dimasukkan bank pada musim tanam sebelumnya.
“Jadi saat ini banyak yang tidak bisa menanam lagi karena kehabisan modal. Mereka sudah ada yang terlilit utang di bank dan setiap bulan harus mengangsur. Kondisi ini memprihatinkan karena mereka memiliki anak istri,” tambahnya.
Kadarwati yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Klaten itu menjelaskan, selain minimnya modal petani, mereka juga was-was karena musim hujan berkepanjangan membuat kualitas tembakau menurun.
Meski sekarang ada permintaan besar dari perusahaan rokok, namun jika kualitas menurun tentu penyerapan juga akan sedikit. Dia berharap pemerintah segera membuat kebijakan agar kendala modal petani segera teratasi, misalnya dengan kredit lunak.
“Jika tidak ada solusi, jumlah petani tembakau yang gulung tikar akan makin banyak,” ungkapnya.
William Adiputra JT
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




