Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Petani Tembakau Terancam Bangkrut

Rabu, 30/03/2011 09:00 WIB - William Adiputra JT

KLATEN—Ribuan petani tembakau di Klaten terancam gulung tikar. Hal ini disebabkan karena tidak cukupnya modal yang dimiliki petani untuk melakukan penanaman bibit tembakau. Musim hujan berkepanjangan ikut memperparah terpuruknya petani tembakau di Klaten.
Ketua  Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Klaten Kadarwati mengatakan, saat ini petani banyak yang kebingungan mencari modal  untuk melakukan penanaman bibit tembakau, karena dana yang dibutuhkan tidak sedikit.
“Untuk satu hektare lahan butuh modal sekitar Rp 25 juta. Dana tersebut untuk membeli bibit, mengolah lahan, memberi pupuk dan pestisida. Selain itu juga untuk membayar pekerja yang merawat dan memanen tembakau,” ujarnya, Selasa (29/3).
Keluhan dari ribuan petani itu disampaikan kepada Kadarwati, saat digelar serap aspirasi ke sentral tembakau seperti di Kecamatan Trucuk, Jogonalan, Prambanan, Cawas dan Manisrenggo. Mereka  banyak yang tidak dapat menanam karena kekurangan modal.
Dijelaskan, dalam mengajukan modal ke bank banyak petani yang sudah tidak memiliki agunan (jaminan) yang dapat dipercaya bank. Karena sertifikat dan surat berharga lain yang mereka miliki sudah dimasukkan bank pada musim tanam sebelumnya.
“Jadi saat ini banyak yang tidak bisa menanam lagi karena kehabisan modal. Mereka sudah ada yang terlilit utang di bank dan setiap bulan harus mengangsur. Kondisi ini memprihatinkan karena mereka memiliki anak istri,” tambahnya.
Kadarwati yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Klaten itu menjelaskan, selain  minimnya modal petani, mereka juga  was-was karena musim hujan berkepanjangan membuat kualitas tembakau menurun.
Meski sekarang ada permintaan besar dari perusahaan rokok, namun jika kualitas menurun tentu penyerapan juga akan sedikit. Dia berharap pemerintah segera membuat kebijakan agar kendala modal petani segera teratasi, misalnya  dengan kredit lunak.
“Jika tidak ada solusi, jumlah petani tembakau yang  gulung tikar akan makin banyak,” ungkapnya.

William Adiputra JT

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :