Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Petani Masih Takut Tanam Padi, Pupuk Ngendon

Selasa, 31/08/2010 09:00 WIB - lim

KLATEN—Akibat petani yang belum berani menanam padi, program pupuk bersubsidi bagi mereka tidak terserap secara maksimal. Tercatat, permintaan urea bersubsidi oleh petani dalam beberapa bulan terakhir tergolong minim.
Pada bulan Juni misalnya, dari rencana kebutuhan 26 Kecamatan sebesar 2.448,6 ton hanya terealisasi 859 ton saja atau 35,08 persen. Sedangkan untuk Juli lebih dari separuhnya tidak terserap.
“Dari 2.384,6 ton yang diminta petani hanya 1.099 ton saja untuk Juli,” terang Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, Sigit Gatot Budiyanto di kantornya, Senin (30/8).
Otomatis, persediaan di gudang pupuk Disperindagkop nyaris tak tersentuh. “Stok pupuk yang ada di luar gudang saja sampai 10.000 ton. Dan di dalamnya juga penuh,” tuturnya.
Seharusnya sesuai perkiraan normal, pupuk itu sedikitnya terserap lebih dari 80 persen dari perencanaan yang diatur melalui Surat Keputusan (SK) Bupati. Pupuk yang tidak terserap, kata Sigit, dipengaruhi oleh sikap petani yang belum berani menanam padi pada musim tanam ini. Padahal menurut perhitungan pemerintah, petani di Klaten diperbolehkan kembali menanam padi pada bulan Agustus sebagai waktu aman dari serangan wereng.     
Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) untuk pupuk bersubsidi. Hal itu juga dimaksudkan untuk merelokasi penerima bantuan sesuai kebutuhan pupuk mereka.
Terpisah, Kades Tlobong, Kecamatan Delanggu, Atok Susanto meminta pemerintah untuk menjamin bahwa padi yang akan mereka tanam pada musim ini tidak akan rusak oleh hama. Petani, kata Atok, tidak mau berspekulasi jika tanaman padi mereka gagal panen, meskipun persebaran wereng sudah teratasi.
”Berbagai varietas padi sudah kami coba namun gagal. Karenanya petani sengaja tidak mau menebar benih karena tidak ada jaminan dari pemerintah,” jelasnya.
Ia merinci, dari sekitar 1.200 hektare lahan pertanian di desanya, tidak lebih dari satu persen mulai ditanami padi. ”Sebagian besar masih di-bero-kan,” papar dia. Kekhawatiran petani juga dimungkinkannya akibat kualitas tanah yang sudah menurun, imbas dari serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) sebelumnya. (lim)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :