SOLO—Ketegangan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia beberapa hari belakangan rupanya memberikan dampak negatif bagi maskapai penerbangan dan sejumlah agen perjalanan. Sejak ketegangan berlangsung tingkat pemesanan tiket pesawat jurusan Solo-Malaysia mengalami penurunan.
Salah satu yang merasakan penurunan pemesanan tiket ke Malaysia adalah PT Dewa Arystama selaku dealer resmi maskapai penerbangan Air Asia. Pemilik PT Dewa Arystama, Retno Dewi Suci, mengatakan penurunan sudah terasa sejak minggu lalu.
“Saya melayani sekitar 40 persen dari total okupansi Air Asia jurusan Solo-Kuala Lumpur yang mencapai 152 kursi. Dan sejak minggu lalu ada penurunan antara 20 sampai 30 persen,” ujarnya di sela-sela acara buka bersama Asosiasi Travel Indonesia (Asita), Minggu (29/8) malam kemarin.
Menurut Dewi penurunan jumlah penumpang ini tidak terlepas dari rumor maupun permasalahan yang tengah meliputi kedua negara. Banyak calon penumpang yang menunda kepergiannya ke negeri Jiran sampai situasi mereda atau kembali normal.
“Mungkin banyak yang masih pikir-pikir untuk pergi ke Malaysia soalnya memang suasananya sedang memanas terutama bagi mereka yang ada kepentingan wisata. Tapi kalau untuk pengiriman TKI ke sana tidak ada perubahan,” jelasnya.
Apabila jumlah penumpang jurusan Solo-Kuala Lumpur mengalami penurunan maka kondisi sebaliknya terjadi pada jurusan Kuala Lumpur-Solo. Dijelaskannya, mulai H-7 hingga dua minggu setelah Lebaran pemasanan tiket untuk jurusan Kuala Lumpur-Solo sudah full book.
”Kalau yang dari Malaysia ke Solo justru sudah full book. Soalnya ini terkait mudik Lebaran, ada yang pulang sebelum Lebaran ada pula yang sesudahnya jadi sampai H+2 minggu masih ramai,” paparnya.
Solusi Terbaik
Penurunan jumlah penumpang jurusan Solo-Malaysia juga dirasakan oleh Gava Interzom Travel & Event Management. Pri Siswanto, Director Gava Interzom Travel and Event Management, mengakui bahwa perselisihan antara Indonesia dan Malaysia cukup mempengaruhi minat orang Solo yang ingin bepergian ke Malaysia. “Tapi yang banyak terpengaruh ini adalah orang-orang yang baru mau berencana ke sana dan akhirnya memutuskan untuk menunda perjalanannya,” terangnya.
Sementara itu Ketua Asita Solo, Soeharto, sangat menyayangkan perselisihan yang terjadi antarkedua negara. “Jadi kami harapkan pemerintah bisa segera menyelesaikan permasalahan ini. Mencari solusi terbaik dan jangan sampai juga kehilangan muka di hadapan negara Malaysia,” pungkasnya. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







