Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Perusahaan Papan Nama Tersingkir

Rabu, 10/03/2010 09:00 WIB - lim

KLATEN—Mekanisme lelang mengenai pengadaan barang dan jasa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang tadinya menggunakan sistem manual, akan diganti dengan sistem online mulai Agustus. Hingga kini, Pemkab masih menyiapkan Peraturan Bupati (Perbub) yang mengakomodasi kebijakan tersebut.  
Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Setda Klaten, Syaruna mengatakan, semua pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab akan diberlakukan sistem pelelangan elektronik secara on line.
Dikatakan, kebijakan itu  wajib dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengadaan barang dan jasa. Selain menyiapkan Perbup, sumber daya manusia (SDM) juga tengah disiapkan.
“Personel pengguna  anggaran kita latih,” ujarnya kepada wartawan usai Rapat Koordinasi (Rakor) dengan kelompok pengusaha jasa konstruksi di kompleks Setda Klaten, Selasa (9/3).
Dengan mekanisme baru itu, menurut Syahruna, diproyeksikan anggaran yang keluar lebih efisien. Karena sejumlah perlakuan teknis ditiadakan dan diganti dengan bentuk lain. Seperti lelang yang diumumkan di media massa beralih ke informasi secara on line yang jauh lebih mudah dan murah. Selain itu segala keperluan pemeriksaan berkas cukup dilakukan dalam soft filing.
“Jadi mekanisme ini telah memangkas biaya umum dan tidak ada proses konvensionalnya lagi. Efisiensi antara 25 hingga 30 persen anggaran,” ujarnya.

Tunggu Biaya
Penerapan mekanisme yang dinamakan Sistem Layanan Pengadaan Barang Secara Elektronik (LPSE) itu  masih menunggu pembiayaan dari APBD perubahan sekitar Agustus. Dalam persiapan menuju LPSE juga diperlukan infrastruktur pendukung seperti perangkat lunak (software) untuk mewadahi para peminat kegiatan.
Ketua Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (Aspeknas) Klaten, Saleh, mengakui lelang elektronik merupakan hal baru dan belum banyak dimengerti pelaksana lokal. Dia beranggapan memang sudah waktunya paradigma pengusaha bergeser ke modernisasi.
 “Sisi positifnya adalah, hanya rekanan profesional yang bertahan. Sementara pengusaha yang hanya papan nama akan tersingkir,” ujarnya. (lim)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :