KLATEN—Layanan kesehatan gratis melalui program Jamkesda bagi masyarakat Klaten mulai dapat dinikmati pada pertengahan bulan Maret. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah menyelesaikan proses lelangnya hingga dapat memenuhi pelayanan kesehatan 40.000 warga pemegang kartu Jamkesda.
Mengacu Keppres RI Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pelayanan Jamkesda harus melalui mekanisme lelang.
Kepala Dinkes Klaten, Ronny Roekminto mengatakan, melalui seleksi dari para peserta lelang, akhirnya PT Askes berhasil memenangkan lelang, dengan menyingkirkan rekanan Jamkesda Pemkab terdahulu, PT Asuransi Syariah Mubarokah.
“Jadi layanan Jamkesda dapat segera difungsikan maksimal pertengahan Maret,” ujarnya kepada Joglosemar, Senin (8/3).
Dikatakan, PT Askes menjadi pemenang lelang tahun ini, karena dinilai telah memenuhi kriteria kualifikasi oleh Pemkab. PT Askes dinilai memiliki jaringan pelayanan yang cukup luas. Selain itu, nilai premi yang ditawarkan dapat dipenuhi. “Hanya dipatok Rp 7.500 tiap orang. PT Askes mempunyai penawaran terbaik,” tukasnya.
Namun pelayanan Jamkesda tahun ini akan sedikit berbeda. Alokasi anggaran yang hanya Rp 3,5 miliar tak pelak berimbas pada pemangkasan fungsi manfaat. Seperti misalnya, tempat pelayanan yang hanya terpusat di rumah sakit tertentu.
“Selain itu tidak ada layanan kacamata hingga pemasangan gigi,” tukasnya. Padahal tahun 2009 alokasi untuk Jamkesda mencapai Rp 7 miliar dengan nilai premi asuransi Rp 17.000 tiap orang. Sebagian anggota Komisi IV DPRD sempat mengkhawatirkan kerja sama dengan rekanan baru itu bisa menghambat layanan, karena harus ada entry data yang juga baru.
Kriteria
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Yoga Hardaya mengatakan akan melakukan pengawasan secara intensif terkait pelaksanaan Jamkesda tersebut. “Mengawasi jika ada penerima Jamkesda yang tidak sesuai kriteria dimasukkan dalam penerima manfaat,” jelasnya.
Hingga saat ini Pemkab masih menyelesaikan proses menuju peluncuran Jamkesda. Yaitu penandatanganan kontrak dan sosialisasi kepada masyarakat. Sebanyak 40.000 masyarakat sasaran Jamkesda 2010 terdata dalam penerima Jamkesda dengan kriteria kaum buruh dan kualifikasi warga ekonomi lemah. (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







