Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Permintaan Turun, Petani Jamur Merugi

Jumat, 10/02/2012 06:00 WIB - Sari Hardiyanto

KARANGANYAR—Ratusan petani jamur di Bumi Intanpari mengeluh karena jatuhnya harga jamur di pasaran beberapa bulan terakhir. Pasalnya sejak tiga bulan terakhir harga jamur kuping kering yang normalnya dihargai Rp 50.000 per kilogram turun drastis menjadi Rp 30.000- Rp 35.000 per kilogram.
Anjloknya harga jamur ini diperkirakan karena menurunnya permintaan konsumen, padahal stok jamur melimpah. “Saat ini petani jamur kebingungan bagaimana melempar jamur yang sudah dipanen. Disimpan rusak dilempar ke pasaran pun gak cucuk,” ujar Giyatno Ketua Masyarakat Agrobisnis Jamur Indonesia (MAJI) Karanganyar saat dihubungi Joglosemar, Kamis (9/2).
Menurutnya jika harga tak kunjung membaik, sekitar 200 petani jamur yang berada di Karanganyar terancam terus merugi, lantaran harga jual panen jamur tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan untuk budidaya jamur. “Kalau hanya laku Rp 30.000 kemungkinan  banyak petani yang gulung tikar, tapi tergantung keuletan petani juga, soalnya masih ada yang untung juga buktinya,” tandasnya.
Diungkapkan Giyatno, selain produksi jamur kuping, petani jamur di Karanganyar juga sudah membudidayakan jamur tiram. Namun khusus untuk jamur tiram dan jamur kuping basah harganya relatif stabil. Yakni sekitar Rp 7.000 per kilogramnya.
“Untuk pemula sebaiknya membudidayakan jamur tiram daripada jamur kuping pasalnya harganya selalu stabil. Stoknya masih kurang dan setiap hari panen, berbeda dengan jamur kuping,” imbuh dia.
Sementara itu, seorang petani jamur di Desa Ngringo Jaten Karanganyar, Sriyanto (56) mengaku sejak tiga bulan yang lalu selalu merugi. “Dulu setiap bulannya lumayan masih bisa untung, sekarang paling banter hanya cukup untuk biaya produksi,” ucap dia.
Selain harga jamur yang jatuh, kendala lain yang dihadapi petani jamur adalah masalah hama dan kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur tidak maksimal. Namun dirinya optimis budidaya jamur akan berjaya. “Saya yakin petani jamur akan kembali jaya soalnya masih banyak permintaan terutama untuk pasar di luar Jawa, perusahaan kosmetik dan ekspor,” paparnya. 

Sari Hardiyanto

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :