Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Permintaan Terus Menurun

Kamis, 09/09/2010 09:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Salah satu pedagang musiman yang marak kita temui menjelang Idul Fitri adalah para penjual longsong ketupat. Lebaran yang identik dengan ketupat ternyata mampu membuat sebagian orang rela meninggalkan pekerjaan rutinnya, untuk sejenak beralih pada profesi ini yang rupanya cukup menjanjikan.
Di antara para penjual longsong ketupat dadakan ini adalah Yanto (31). Ia rela datang jauh-jauh dari Salatiga untuk mencoba peruntungan di Kota Solo. Sejak Selasa (7/9) lalu Yanto sudah mulai berjualan di depan Pasar Legi. Ini adalah tahun keempatnya berjualan longsong ketupat.
Untuk Lebaran kali ini Yanto mengaku hanya membawa dua ikat janur. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu di mana ia membawa hingga 20 ikat janur. “Soalnya sekarang saya hanya berangkat sendiri kalau tahun lalu bertiga sama teman-teman, jadi bisa bawa banyak,” ujar kepada Joglosemar di sela-sela kesibukannya menganyam janur, Rabu (8/9).
Yanto menuturkan sepanjang Selasa kemarin ia baru bisa menjual 50 longsong ketupat. Satu ikat longsong yang berisi 10 buah ia jual seharga Rp 2.500.
Selain Yanto, yang juga memanfaatkan momen Lebaran untuk berjualan longsong ketupat adalah Marmi (42). Ia pun bukan penduduk asli Solo melainkan berasal dari Salatiga. “Sehari-hari saya hanya di rumah saja,” ujar wanita asal Salatiga ini.
Marmi berharap hari ini penjualan akan lebih ramai lagi. Karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya puncak penjualan longsong ketupat jatuh pada H-1 Lebaran. (Rachmadhani Fitriastuti)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :