SOLO—Saat permintaan kebutuhan fashion tinggi menjelang Lebaran, hal itu tidak berlaku untuk permintaan kain tekstil. Bahkan, penjualan kain cenderung menurun dibanding Lebaran tahun lalu.
Penurunan penjualan juga dirasakan di beberapa toko kain di Kota Solo. Beberapa di antaranya mengakui penurunan terjadi berkisar 50 persen dibanding Lebaran tahun lalu. Hal ini dipicu karena Lebaran tahun ini dibarengi dengan musim awal masuk sekolah dan terjadi kenaikan harga pada barang-barang pokok. ”Tahun ini memang terasa sekali ada penurunan daripada tahun lalu. Apalagi ini adalah akhir bulan jadi masih sepi. Bulan kemarin juga awal masuk sekolah jadi masyarakat lebih fokus terhadap biaya sekolah,” ungkap Kepala Supervisor Mac Mohan, Pardi, Senin (30/8).
Penurunan penjualan ini diakibatkan oleh minat masyarakat yang lebih memilih pakaian jadi daripada kain yang belum jadi. Peningkatan penjualan biasanya terjadi dua bulan sebelum musim pernikahan antara bulan Besar atau November tahun ini dan sebelum bulan Ramadan. ”Ramainya pembelian kain biasanya sebelum Ramadan dan dijahit untuk dipakai waktu Lebaran, karena satu minggu saat bulan Ramadan para penjahit sudah tidak menerima order,” ujar Danang pemilik Toko kain Zhazha di kawasan Beteng Trade Center (BTC) kepada Joglosemar, Senin (30/8).
Ditambahkan, harga kain sempat mengalami kenaikan Juli kemarin sebesar 20 persen. Kenaikan harga dapat di picu oleh faktor yang ditimbulkan oleh perusahaan tekstil diantaranya kenaikan harga bahan baku untuk pembuatan kain, kenaikan upah buruh serta dampak dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Sedang untuk momen Idul Fitri kali ini, harga tidak mengalami kenaikan. (m29))
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







