Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Peringatan dari Sinabung

Minggu, 05/09/2010 09:00 WIB - MUHAIMIN| muhaimin_joglosemar@yahoo.com

Siapa bekal menyangka Gunung Sinabung di Sumatra yang tidur selama 400 tahun, mendadak aktif dan meletus Minggu (29/8) pekan lalu. Aktifnya Gunung Sinabung yang tiba-tiba inilah yang menjadi ancaman besar di wilayah Sumatra, termasuk wilayah Singapura dan Malaysia.
Meletusnya Gunung Sinabung yang mendadak itu, mengingatkan bencana serupa yang ditimbulkan Gunung Krakatau, yang efeknya bahkan sampai ke wilayah Eropa. Kendati tertidur 400 tahun, Gunung Sinabung diyakini para peneliti tidak akan sedahsyat Gunung Krakatau.
Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Dr Armi Susandi menilai jarang terjadi letusan yang besar dan lama di wilayah Sumatra. Apalagi gunung berapi di Sumatra memiliki banyak jalur untuk keluar.
Ia memperkirakan letusan Gunung Sinabung tidak akan berlangsung lama. ”Saya tidak memperkirakan itu lama. Paling cuma satu atau satu setengah bulan. Jadi yang lama sekali hingga tiga bulanan itu saya kira tidak ada,” katanya, dikutip Inilah, pekan lalu.
Ahli Geologi ITB Andri Slamet Subandrio mengatakan gunung api yang tidak aktif selama ratusan tahun, dan secara tiba-tiba aktif adalah hal biasa. Itu juga terjadi pada Gunung Galunggung, dan Papandayan pada 2002.
Ia menambahkan Gunung Sinabung bisa meletus karena ada pasokan magma baru di dalam gunung itu, sehingga volumenya bertambah. Padahal dalam magma terjadi tekanan hebat dan tidak bisa keluar, sehingga begitu ada penimbunan energi tejadi letusan.
Sebagai pemicunya adalah dalam gunung api terjadi penumpukan energi karena pasokan magma dari dalam bumi. Saat gunung akan meletus, biasanya juga akan dimulai dengan gempa-gempa kecil.
Letusan pertama pekan lalu, telah munculkan kubah lava baru di puncak gunung. Kubah lava itu, menurut Kepala Badan Geologi, R Syukar, adalah tanda bahwa tidak akan ada lagi letusan susulan.”Secara ilmiah munculnya kubah lava seperti ini biasanya menjadi akhir dari kegiatan vulkanik gunung berapi,” ujarnya.
Para ahli gunung api, kerap menyebut gundukan baru di tengah kawah berapi itu sebagai kubah penutup. l MUHAIMIN| muhaimin_joglosemar@yahoo.com

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :