WONOGIRI—Komisi IV DPRD Wonogiri bersama Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan Wonogiri, Rabu (10/3) menggelar pertemuan di kantor Komisi IV. Pertemuan juga dihadiri dari perwakilan dua SMK di Wonogiri. SMK I dan SMK II. Agenda pertemuan berkutat pada pembahasan masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap SMK.
Kurangnya perhatian pemerintah terhadap SMK menurut Kepala Dinas Pendidikan, Suparno, salah satunya ditunjukkan dengan masih sedikitnya SDM tenaga pengajar, khususnya guru kejuruan, yang masuk dalam kuota pengangkatan lewat tes CPNS karena terbatasnya kuota dari pemerintah pusat.
“Tahun 2010 ini akan kami usulkan 99 orang untuk guru SMK. Jadi begitu ada pengumuman bahwa tes CPNS untuk tenaga pengajar akan dibuka tahun 2010 ini, berapa pun kuota dari pemerintah sudah pasti yang 99 akan kami alokasikan untuk formasi guru SMK. Meskipun, tenaga pengajar untuk SD dan SMP masih kurang banyak,” kata Kadisdik.
Sementara perihal minimnya anggaran dana dari pemerintah bagi SMK yang diutarakan oleh Ketua Dewan Pendidikan, Soejadi, ditanggapi oleh Wakil Ketua Komisi IV, Samino dengan menyatakan untuk membiayai lima SMK Negeri saja APBD sudah kewalahan. Terlebih bila semua SMK Swasta juga meminta anggaran dari APBD. “Dari sekitar 39 SMK yang ada di Wonogiri hanya lima yang statusnya negeri. Dengan lima SMK Negeri itu saja dalam mengakomodasi kebutuhan anggaran dari APBD masih terasa berat, apalagi bila semua SMK harus diberi. Namun secara prinsip, kami juga setuju dan sepakat bila semua SMK baik negeri dan swasta juga mendapatkan anggaran,” terang dia.
Masalah Pemasaran
Sedangkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah juga disampaikan oleh Soejadi. Dia mengatakan meski beberapa SMK sudah bisa berkarya dengan membuat produk seperti mesin pencacah sampah, penghancur dokumen dan alat lainnya, SMK biasanya terbentur dengan masalah pemasaran produk.
Pertemuan itu menyimpulkan sejumlah hal, di antaranya semua hasil semiloka tahun 2009 yang belum terakomodasi pada APBD 2009 akan diusahakan pada Penetapan APBD 2010, sehingga Disdik diminta untuk melakukan proses perencanaan sesuai dengan prioritas dan keadaan keuangan daerah. Lalu untuk kekurangan guru kejuruan akan diusulkan lewat rekrutmen CPNS tahun 2010. Poin lain, dalam langkah perencanaan, diperlukan pemetaan potensi beserta input, output, dan out come-nya.
Dalam hal pencapaian SMK Vokasi (tertuju pada keahlian tertentu) hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah dan tidak dipaksakan, keterlibatan dunia usaha dan industri penting agar siswa yang lulus dapat langsung bekerja, SMK di Wonogiri sudah mampu bersaing dengan SMK di wilayah lain, dan poin yang terakhir pertemuan semacam ini perlu diselenggarakan secara rutin sesuai situasi dan kondisi. (son)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







