SRAGEN—Kawanan perampok berjumlah enam orang beraksi di rumah seorang juragan tebu Giyanto (55), warga Dukuh Mindi RT 24, Desa Mlale, Jenar, Sragen, Jumat (3/9) sekitar pukul 01.30 WIB. Meski sukses melumpuhkan ketiga penjaga rumah, namun perampok yang diketahui membawa mobil Avanza tersebut gagal menggasak harta dari rumah korban.
Saat beraksi, perampok tersebut sempat menyekap dan menyiksa ketiga penjaga rumah. Suyanto (30), warga Suruh RT 04/RW VII, Tasikmadu, Karanganyar yang bertugas menjaga pintu gerbang mengalami luka parah dibagian wajah dan kepalanya terkena sabetan celurit. Pipi kanan dan kirinya robek, lantas bibir harus mendapatkan 27 jahitan.
Lantas penjaga rumah kedua, Sutrisno (20), warga Jekani, Mondokan, Sragen dipukul bagian tengkuknya hingga robek tiga sentimeter. Satu penjaga lainnya, Bambang (57), warga Siswodipuran RT 3, Boyolali mengalami lebam karena dihujani pukulan bertubi-tubi.
Informasi dilapangan menyebutkan, pada saat itu komplotan rampok yang mengendarai sebuah mobil Toyota Avanza berhenti di sekitar rumah juragan tebu tersebut. Lantas lima orang pelaku menyelinap masuk melalui belakang rumah dan seorang tetap menunggu di dalam mobil dengan pelat Jakarta.
Para penjaga yang tengah santai tidak menyangka mereka disergap kawanan rampok tersebut. Sehingga belum sempat melakukan perlawanan rampok bersenjata tajam itu langsung melumpuhkan para penjaga. Mereka diikat dan mulut diplester dengan lakban.
Karena sulit bernapas, membuat penjaga Suyanto bergerakgerak dan menyenggol salah satu tubuh perampok tersebut. Lantaran dikira melawan, ia kembali dihujani pukulan dan pipinya ditebas dengan celurit. Mulutnya juga disabet celurit hingga sobek dan menganga.
Dihajar
Kawanan rampok itu sendiri mencoba memaksa meminta kunci rumah juragan tebu untuk menyelinap masuk. Namun para penjaga yang mencoba mempertahankan kunci rumah, langsung dihajar. Beruntung, sejumlah pemuda desa seempat yang tengah nongkrong di jalan kampung menengar suara gaduh dari rumah juragan tebu itu. Para pemuda di antaranya Yono (22), Kamto (20), Darto (21), Mardi (25) dan Yanto (20) bergegas mendekati rumah mewah tersebut.
Mungkin mendapatkan isyarat, dari sopir mobil, lima pelaku rampok yang masih berada pos jaga mengurungkan niatnya untuk membobol rumah juragan itu. Karena belum mendapatkan hasil besar, kawanan rampok itu akhirnya merampas uang korban Sutrisno Rp 450.000, dan ketiga HP milik para penjaga rumah tersebut.
Lantas dengan cepat, komplotan rampok kabur dengan mobil berwarna hitam itu ke arah Ngawi. Sementara pemilik rumah baru terjaga dari tidurnya, saat mendengar teriakan para pemuda yang melihat kondisi ketiga penjaga. Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra membenarkan adanya aksi pencurian dengan kekerasan, di mana korban mengalami luka di bagian kepala dan wajah. dengan kerugian Rp 450.000 dan HP. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







