Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Penjualan Tak Stabil

Kamis, 18/03/2010 09:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Awal tahun 2010 ini merupakan tren yang positif bagi penjualan sepeda motor baru. Betapa tidak, selama bulan Januari dan Februari lalu penjualan sepeda motor di Kota Solo mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibanding tahun 2009 lalu. Jika penjualan motor baru menunjukkan gejala bagus, bagaimanakah dengan pasar motor bekas?
Rupanya kondisi berbeda dialami sejumah dealer motor bekas yang ada di Kota Solo ada yang mengalami peningkatan penjualan tapi tak sedikit pula yang mengalami stagnansi atau bahkan sepi pembeli.
Dealer yang bernasib cukup beruntung adalah Sarwo Santoso Motor yang terletak di Jalan Veteran 194 Solo. Salah satu delaer motor terbesar di Solo ini mengaku pada awal tahun ini mengalami peningkatan penjualan.
Supervisor Sarwo Santoso Motor, Muhammad Alim, menuturkan jika dibanding tahun 2009 lalu, penjualan motor bekas di dealer-nya mengalami peningkatan sekitar 30 persen. Pada bulan Januari dan Februari lalu rata-rata ia bisa menjual 40 sampai 50 unit motor. Sedangkan pada awal tahun 2009 hanya berkisar 30 sampai 40 unit.
”Awal tahun ini kita ada peningkatan penjualan. Ini memang agak tidak biasa, soalnya kalau awal tahun cenderungnya sepi. Semoga saja bisa bertahan sampai akhir tahun,” ujarnya saat ditemui Joglosemar, Rabu (17/3).
Menurut Alim ada sejumlah faktor yang menyebabkan penjualan mengalami kenaikan. Faktor yang pertama ada kondisi ekonomi yang lebih baik dibanding tahun 2009 sehingga daya beli masyarakat pun semakin baik. Selain itu, harga motor bekas yang mengalami penurunan dan uang muka yang semakin murah juga menjadi faktor tersendiri.
”Konsumen kalau beli motor bekas yang utama itu barangnya bagus, harga murah, uang muka (DP) murah dan bunganya rendah. Sekarang ini harga motor bekas rata-rata turun Rp 1 juta, dan bayar DP 20 persen juga sudah bisa dapat,” terang Alim.
Pasar Sepi
Berbeda dengan Sarwo Santoso Motor, dealer motor bekas Taruna Jaya yang juga berada di Jalan Veteran justru merasakan hal sebaliknya. Menurut Ita, Marketing Taruna Jaya, kondisi di awal tahun 2010 ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2009 yang cenderung sepi pembeli.
Dalam sebulan rata-rata penjualan hanya berkisar 30 sampai 40 unit. Kondisi ini baru akan membaik jika sudah mendekati Idul Fitri, di mana penjualan bisa meningkat menjadi 50 sampai 60 unit motor.
”Pasarnya memang sedang sepi belum ada perubahan dibanding tahun lalu. Penjualan cenderung mengalami penurunan sejak dua-tiga tahun terkahir,” ujar Ita pada Joglosemar.
Kondisi serupa juga dialami sebuah dealer motor bekas yang ada di Jalan Yos Sudarso yang enggan disebutkan namanya. Menurut salah satu karyawannya kini penjualan motor bekas hanya berkisar 20 unit per bulan padahal sebelumnya bisa mencapai antara 30 sampai 35 unit. (Rachmadhani Fitriastuti)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :