SOLO—Sentra oleh-oleh khas Solo di Jalan Kalilarangan mengalami lonjakan jumlah penjualan pada liburan akhir tahun ini. Rata-rata kenaikan jumlah penjualan berkisar 50 persen.
Sarwiningsih, putra dari pemilik pusat oleh-oleh Pak Mesran di Jalan Kalilarangan No. 71 mengaku pada bulan Desember ini mengalami kenaikan hingga 50 persen jika dibandingkan hari biasanya. Tetapi liburan Natal dan Tahun Baru tidak signifikan kenaikannya jika dibandingkan dengan liburan Hari Raya Lebaran.
“Liburan ini juga masih banyak dari orang luar kota juga pada berdatangan ke sini untuk membeli abon ataupun serundeng, “ katanya.
Perempuan yang akrab di sapa Ning ini mengaku makanan seperti abon, serundeng, paru, keripik usus, dan keripik ceker menjadi serbuan para pencari oleh-oleh. Pasalnya makanan itulah yang menjadi andalan dari tokonya dan sudah familiar menjadi kuliner khas kota Solo.
“Kita tetap mempertahankan kualitas dari makanan tersebut, maka dari itu kita mencoba mengolah sendiri dan tidak memesan dari luar. Agar para pelanggan tidak pada kabur kualitas bumbu juga harus kita pertahankan dari dulu sampai sekarang,” papar dia.
Ning menambahkan, setiap harinya ia bisa menjual abon ataupun serundeng hingga dua kuintal. Pasalnya ia tak hanya menjual di tokonya saja, tapi makanan khas Solo ini juga banyak dipesan pelanggan yang ada di luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Semarang.
“Kita juga masih melakukan pengiriman barang ke luar-luar Jawa seperti Bali, Balikpapan, bahkan kita juga menerima order dari Arab,” jelasnya.
Tri Wulandari (40) seorang pembeli asal Semarang mengaku, kalau bertandang ke kota Solo, tidak lengkap jika tak membawa buah tangan untuk kerabat. “Di Solo banyak pilihan makanan yang bisa dijadikan oleh-oleh, dan membawa oleh-oleh sudah menjadi keharusan. Selain itu juga bisa untuk camilan di perjalanan,” katanya.
Sri Ningsih
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




