Puluhan tenda terpasang di halaman luar pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Tenda yang dipasang tinggi-tinggi itu tampak sangat mencolok dengan berbagai barang yang dipajang di dalamnya.
Sepertinya, lokasi halaman Pemkab Klaten itu dipakai sebagai stan dagangan dadakan. Barang dagangan yang ditawarkan pun beragam. Namun sangat berciri khas sebagai suvenir haji.
Matahari telah tergelincir sepenggalah. Dengan berbondong-bondong calon haji (Calhaj) mulai memadati pendapa Pemkab. Warna jaket biru laut dan berbagai atribut yang dikenakan seragam 1.018 Calhaj ini mendatangi Pemkab untuk dilepas secara langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Klaten itu.
Melewati stan di tenda ini, ratusan pasang mata melirik pada dagangan suvenir haji yang ditata sedemikian rupa. Tidak sedikit yang tergerak untuk menengok. Dari sebelumnya hanya melihat kerajinan, seperti tasbih, peci dan mukena, hingga kemudian tertarik dan merogoh kocek untuk membeli perlengkapan haji tersebut.
Tidak disia-siakannya kesempatan musim haji oleh puluhan pedagang musiman itu karena dalam musim haji yang diadakan setiap tahun, dapat digunakan oleh para pedagang untuk meraup keuntungan besar. Bahkan mereka nekat berkeliling daerah untuk menjajakan pernik-pernik perlengkapan haji.
Sahid, salah seorang pedagang perlengkapan haji, mengatakan dirinya harus setidaknya menyediakan pick up untuk mengangkut barang-barang dagangannya tersebut. Betapa tidak, jarak puluhan kilometer harus dia tempuh dari kota asalnya di Demak menuju Klaten. Dan bahkan beberapa kota lainnya.
“Kesempatan haji ini saya gunakan untuk berdagang. Di berbagai kota pasti ada calon haji yang mau berangkat. Ini sudah tahun ketiga saya menggelar dagangan. Lumayan juga untungnya,” tutur dia.
Namun demikian, ia dan puluhan rekan pedagang musiman itu tidak dapat bertahan lama di lokasi yang sama. Hanya maksimal dua hari saja. Pasalnya, hanya di asrama haji saja pedagang ini dapat mengeruk untung lebih besar dengan menyediakan kebutuhan Calhaj. Calhaj yang menunggu pemberangkatan di penginapan asrama haji, imbuhnya, kerap membutuhkan berbagai keperluan haji. Sehingga shelter pedagang di asrama haji kerap diperebutkan oleh banyak pedagang. (Abdul Alim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




