Senin, 06/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Pengusaha Komputer Desak SNI

Sabtu, 13/03/2010 09:00 WIB - nie

SOLO—Dampak pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) mulai dirasakan para pengusaha komputer di Solo. Saat ini semakin banyak produk komputer dari luar yang merambah pasaran lokal. Mereka pun mendesak pemerintah untuk segera memberlakukan label Standar Nasional Indonesia (SNI).
Hal ini seperti disampaikan Inin Alva Himawan, pemilik De Java Computer. Tidak dipungkiri produk-produk dari luar ini memiliki harga yang lebih murah, terutama produk dari China. “Kita tidak menutup mata dengan adanya perdagangan bebas ini harga jadi lebih murah, apalagi yang dari China. Namun yang perlu dicermati adalah terkait kualitas atau mutu produk tersebut. Jangan sampai harga yang murah justru mengorbankan kualitas,” ujarnya di sela acara Solo Computer Bazaar (SCB) dengan tema Harga Istimewa Komputer (HIK) di Diamond Solo Convention Center, Solo, Jumat (12/3).
Ia menuturkan banyak dari barang-barang impor ini yang masuk belum berlabel dan baru dilabeli atau diberi merek di Indonesia. Hal ini tentu saja sangat merugikan konsumen. Karena konsumen tidak mengetahui asal muasal produk tersebut.
“Pemerintah juga harusnya bisa lebih selektif dalam pemberian izin produk-produk mana yang boleh masuk ke Indonesia. Pemberlakuan stadardisasi mutu atau kualitas produk itu penting dilakukan,” tegasnya.
Alva pun mengharapkan agar konsumen komputer Indonesia bisa lebih bijak dalam membeli produk. Tidak lagi hanya mengedepankan masalah harga tapi juga memikirkan soal kualitas dan pelayanan servis.
Pendapat senada muncul dari Direktur Speed Computer, Warso Efendi. Sekalipun belum merasakan betul dampak dari perdagangan bebas, namun ia juga menekankan pada pemberlakuan standardisasi mutu.
Sementara dalam pameran ini, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menargetkan mampu mencapai angka transaksi hingga Rp 10 miliar, selama lima hari penyelenggaraan pameran dari 12 hingga 16 Maret 2010. (nie)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :