Di tengah-tengah seriusnya penetapan nomor urut calon Bupati-Wakil Bupati Klaten melalui pengundian di KPU setempat Rabu (11/8), prosesi itu nyaris gagal akibat ulah salah seorang kader Partai Hanura, pengusung Sardjono-Agus Murtana (Sa-Mur).
Orang tersebut berteriak-teriak, ”Sardjono tidak bertanggung jawab!Semua kader Hanura keluar!” Kontan saja, teriakan itu mengusik perhatian orang-orang penting di Kota Bersinar yang sedang mengikuti rapat Pleno penetapan nomor urut calon. Bila saja tidak segera diusir oleh aparat Satpol PP, entah apa yang akan terjadi pada momen penting itu.
Panasnya suhu udara di aula kantor KPU Klaten tampaknya bukan penyebab emosi Hasan Kurniawan, salah satu Wakil Ketua DPC Hanura Klaten sekaligus Ketua Satgas Partai Hanura itu tersulut.
Kepada wartawan ia menceritakan, semua kader yang hadir dalam kesempatan itu tidak selayaknya mendukung Sardjono. ”Dia (Sardjono-red) tidak bertanggung jawab dan mengkhianati Partai Hanura dengan lepas dari komitmen!” ujar dia dengan nada kesal di luar kantor KPU.
Bahkan ia meminta kepada kader Partai Hanura yang hadir di aula KPU untuk segera keluar. Ia berdalih, tidak ada instruksi dari pimpinan Parpolnya bagi kader untuk memberikan dukungan, apalagi turut memberikan semangat kepada Sardjono dengan datang pada acara itu.
”Ketua Partai saja tidak memerintahkan dan tidak tahu kalau mereka (kader-red) datang. Ini semua atas perintah Sekjen!” lanjutnya.
Memang dalam beberapa waktu terakhir, suhu internal di Parpol pengusung Sardjono-Agus Murtana itu diguncang prahara. Sempat diberitakan pula, Ketua DPC Partai Hanura Klaten Sriyanto berusaha mencabut pengusungan partainya atas diri Sardjono.
Sudah Final
Melalui suratnya ke KPU Klaten, Senin (19/7) Parpol itu berdalih Sardjono belum menyelesaikan persyaratan administrasinya ke DPC Partai Hanura Klaten. Bahkan menurut Sriyanto, Sardjono tidak sekali pun membuka komunikasi ke Hanura sebagai partai pengusung.
“Dukungan Hanura ke Sardjono dicabut! Dan kami meminta KPU untuk dapat memprosesnya!,” kata Sriyanto ketika itu.
Namun oleh KPU permintaannya ditolak lantaran aturan pencalonan oleh Parpol pengusung sudah sah. Celakanya, aturan itu menjadi dasar pengusungan Sardjono oleh Partai Hanura sudah final, alias tidak dapat ditarik.
Sementara itu ketika dimintai tanggapan atas hujatan yang sebelumnya sempat dilontarkan, Sardjono memilih diam. Hanya satu kata yang terlontar sebelum ia masuk ke mobil pribadi melalui pengawalan ketat.
”Ra penak, Mas, ra penak….,” ucapnya singkat.
Sedangkan mewakili pasangannya, Agus Murtana membaca aksi itu sebagai upaya pelemahan dalam jalannya menuju AD1 dan AD2 Klaten. ”Ini hanya upaya pelemahan bagi saya dan Pak Sardjono,” tutur Agus Murtana yang saat ini masih menduduki Ketua DPD PAN Klaten. (Abdul Alim Muhamad Zamzami)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







