Pengabdian kepada masyarakat dapat ditunjukkan dalam berbagai bidang dan cara. Dari bidang sosial, ekonomi, kemasyarakatan, maupun budaya. Demikian pula yang dilakukan oleh sepasang suami istri yang berprofesi sebagai pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Mereka mengabdikan diri kepada masyarakat dalam bidang Kesenian.
Kesenian yang mereka kembangkan yakni kesenian lesung. Seperti diketahui oleh khalayak lesung adalah alat untuk menumbuk padi. Namun selain itu, ternyata lesung juga berfungsi sebagai alat musik. “Kami berdua ini hanya menghidupkan kembali kesenian yang telah lama mati. Karena di Desa Plesungan kan ada berbagai kesenian daerah seperti karawitan dan tari. Sedangkan untuk mbah-mbah kami memberikan lesung,” papar Sri Setyoasih, salah satu Koordinator Paguyuban Klotekan Lesung Bonoroto, Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar.
Usaha Sri Setyoasih dan Hari Mulyatno nampaknya membuahkan hasil. Ini terbukti dari masuknya seni musik lesung dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). “Pada 2006, silam sebanyak 5.000 orang dari berbagai usia memainkan lesung secara bersama-sama. Itu dicatat dalam MURI. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri buat kami,” lanjutnya.
Sri Setyoasih juga menuturkan sekarang permainan lesung yang dimainkan oleh para anggotanya tidak hanya sekadar lesung semata. “Pada awalnya memainkan lesung hanya menghasilkan langgam, maka sekarang ditambah dengan sinden dan penari agar lebih semarak.”
Dosen seni tari ini juga menambahkan yang mengkoreografi tari yang dimainkan adalah para anggota sendiri. “Para anggota kami kan berasal dari pedagang, petani, tukang batu dan tukang becak sehingga banyak gerakan yang menggambarkan aktivitas keseharian mereka,” katanya.
Menurut sejarah Desa Plesungan dulunya dijadikan pusat penggilingan padi yang menggunakan lesung, sehingga tak mengherankan banyak penduduknya yang dapat bermain lesung. Dalam perkembangannya menjadi sebuah kesenian. Bahkan dapat menghasilkan seniman tradisional yang dapat dibanggakan. (tia)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




