Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Penggila Traveling yang Takut Api

Minggu, 21/02/2010 09:00 WIB - Dwi Hastuti

Istri dari Hariyadi BS Sukamdani ini selain sukses sebagai bos PT Kusumaputri Santosa, juga dikenal dengan hobi koleksi dan perancang fashion, Diana juga termasuk perempuan penggila traveling.
Maklum kedua hobi itu terkait erat satu sama lain dengan bisnisnya. Tak sembarang kota tujuan traveling Diana. Dia memilih kota-kota besar di Eropa dan Amerika yang menjadi pusat mode. ”Saya biasa traveling ke Amerika, Eropa, Singapura, Hongkong serta beberapa negara lain. Selain liburan, traveling juga bermanfaat untuk melihat-lihat model-model pakaian untuk dijadikan inspirasi dalam membuat rancangan desain,” ujar Diana.
Untuk traveling, Diana tidak sendirian. Dia biasa mengajak keluarga besarnya untuk menikmati waktu liburan bersama. ”Saya biasanya melakukan traveling untuk menghilangkan kejenuhan dalam bekerja,” kata Diana.
Untuk memperkaya inspirasinya dalam merancang desain, Diana juga sering membeli buku dan majalah fashion. Sama seperti naluri seorang perempuan, Diana juga mengaku hobi belanja. ”Saya sukanya belanja, he..he.., paling suka itu belanja tas dan sepatu. Sehingga tas dan sepatu saya itu banyak. Suami saya itu bilang `kayaknya kamu sudah punya tas putih kok beli lagi`,” kenang Diana sembari tertawa lepas.
Di balik hobinya itu, ternyata perempuan yang tinggal di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini mengaku takut dengan api. ”Ketika melihat api gitu takut, entah karena apa,” tuturnya.
Karena saking takutnya dengan api, Diana tak pernah mengunjungi ruang khusus untuk memasak yakni dapur. ”Saya tidak bisa masak, bahkan buat telur ceplok pun tidak bisa. Soalnya saya juga takut dengan kompor,” ceritanya.
Hal itu diakuinya sebagai salah satu kelemahannya sebagai seorang perempuan. Beruntung, sang suami tak begitu mempermasalahkannya. ”Kata suami saya tidak bisa masak tidak apa-apa, yang penting bisa kerja,” kata ibu dari Dhanadi Kusuma Wardana dan Ardian Kusuma Nusa sambil tersenyum. (Dwi Hastuti)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :