Di zaman yang serba instan seperti sekarang, telah terjadi perubahan pola penyakit yakni dari penyakit infeksi menuju ke penyakit degeneratif. Penyakit jantung koroner adalah salah satunya, karena banyak diderita oleh mereka yang relatif berusia muda. Jumlah penderitanya pun semakin meningkat seiring dengan meluasnya gaya hidup tidak sehat seiring dengan berubahnya pola hidup.
Bagi penderita jantung koroner, setelah mendapatkan pengobatan dari rumah sakit idealnya harus mendapatkan rehabilitasi jantung. Hal ini penting agar penderita dapat beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari. “Hal ini (rehabilitasi) penting karena secara psikologis dan fisik penderita perlu beradaptasi terhadap aktivitasnya. Karena tidak sedikit pasien yang takut untuk melakukan aktivitas kembali karena khawatir terkena serangan jantung lagi,” ujar dr Alvin Ng Chee Keong, ahli jantung dari RS Raffles Hospital Singapura.
Rehabilitasi jantung juga berfungsi untuk melatih penderita melakukan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan, namun harus dikontrol oleh tenaga medis. Menurut Alvin, rehabilitasi jantung harus mulai dilakukan di rumah sakit sejak penderita dirawat. Setelah kondisi pasien mulai stabil, maka akan mulai dilatih untuk melakukan gerakan pasif. Kemudian dilatih secara bertahap hingga dapat beraktivitas di sekitar ruang tempatnya dirawat.
Kemudian setelah penderita pulang, rehabilitasi jantung pun dapat dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas rehabilitasi yang lengkap dan diawasi oleh para instruktur dan petugas medis. Meski demikian menurutnya, penderita juga dapat melakukan rehabilitasi di rumah dengan melakukan olahraga ringan terlebih dahulu seperti jalan kaki. Namun kegiatan ini harus dibatasi bila timbul keluhan seperti sesak atau sakit dada.
“Bila ingin berolahraga dapat dilakukan dengan waktu yang singkat terlebih dahulu yakni kurang lebih 10 hingga 15 menit. Bila sudah terbiasa maka penambahan waktu dapat dilakukan,” paparnya. Akan tetapi, agar tetap terkontrol sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter jantung yang merawat, karena mereka akan tahu kemampuan penderita dengan melihat derajat penyakitnya.
Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu organ jantung dan sistem pembuluh darah. Kelainan dapat menyerang pada bagian-bagian jantung seperti otot (miokarditis, kardiomiopati, gagal jantung), kleb atau katub (jantung rematik, kleb bocor, kleb menyempit). Namun dapat juga terjadi di bagian selaput jantung ( perikarditis), pembuluh darah koroner (penyakit jantung koroner), atau kelainan jantung bawaan. “Namun penyakit jantung koroner merupakan yang paling sering diderita orang-orang. Untuk menghindarinya maka faktor risiko juga harus dihindari seperti merokok, lemak tinggi, hipertensi, diabetes, stres, dan lainnya,” imbaunya. (dik)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







