MOJOSONGO (Joglosemar): Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta untuk bisa membantu mencarikan jalan keluar terkait mandeg-nya pembangunan rumah relokasi di Ngemplak Sutan, Mojosongo. Sebab, terhitung telah dua bulan pengerjaan proyek ini terhenti lantaran kehabisan dana.
“Sebenarnya cukup dilematis, karena pengalihan dana digunakan untuk membangun talut yang dirasa juga sangat penting. Sebab tanpa talut dikhawatirkan bangunan akan terkena longsor ketika terjadi hujan lebat,” terang Sekretaris Fraksi PAN, Umar Hasyim saat Sidak ke lokasi relokasi di RT 4/ RW 29 Ngemplak Sutan, Mojosongo, Kamis (29/10).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Joglosemar di lokasi menyebutkan, pembangunan talut dinilai lebih penting untuk menjaga kestabilan tanah. Sebab tanpa talut, lokasi lahan relokasi yang lebih rendah dari wilayah sekitarnya dinilai rawan longsor. Oleh karenanya pihak kelompok kerja (Pokja) relokasi bersama pengembang selaku pelaksana proyek, sepakat mengalokasikan dana untuk membangun talut.
Akibatnya, terjadi kekurangan dana sebesar Rp 272 juta dari total sebesar Rp 952 juta untuk pembangunan rumah. Menurut Umar, Pemkot harus membantu warga mencarikan jalan keluar bagi warga terkait persoalan ini. “Kalau memang untuk pembangunan talut tersebut mendapat dana provinsi maka harapannya bisa segera dicairkan. Dengan demikian pembangunan rumah dapat segera diselesaikan, mengingat saat ini telah masuk musim penghujan,” ujar Umar.
Segera Diselesaikan
Sutini (45), salah seorang warga yang berhak atas rumah relokasi di Ngemplak Sutan mengatakan, selama ini pihak Pokja memang kurang terbuka terhadap warga, terkait molornya pengerjaan rumah relokasi mereka. ”Kami juga terus terang ndak berani untuk menanyakan masalah belum jadinya rumah relokasi kami. Padahal sudah sejak awal tahun lalu rumah relokasi itu mulai dikerjakan pembangunannya,” terang warga Pucangsawit ini.
Ia menambahkan, dia dan sejumlah warga lainnya berharap agar proses pengerjaan rumah relokasi di Ngemplak Sutan tersebut segera diselesaikan.
Sementara itu, Ketua Pokja Pucangsawit, Tedjo Lelono ketika dihubungi mengakui, terhentinya pembangunan 112 rumah di Ngemplak Sutan. “Kami sedang menunggu dana bantuan dari Pemkot. Kemarin kami sudah matur dan katanya akan dibantu,” ujar dia.
Namun, ketika disinggung kepastian kapan rumah relokasi tersebut akan dilanjutkan pembangunannya, Tedjo mengaku belum tahu. “Belum ada kepastian, karena saat ini masih dalam proses pengajuan bantuan untuk menutupi kekurangan dana sebesar Rp 272 juta tersebut,” tandasnya. (cka/dya)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




