JOGJA—Revitalisasi Alun-alun Utara (Alut) Kota Yogyakarta yang mengalami kerusakan setelah digunakan sebagai tempat pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) selama lebih dari 40 hari dianggarkan Rp 30 juta.
“Dana tersebut murni dari APBD Kota Yogyakarta dan sama sekali tidak diambilkan dari pendapatan panitia PMPS,” kata Kepala Seksi Permukiman Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta Hanida di Yogyakarta, Jumat (24/2).
Dana tersebut digunakan untuk membersihkan, meratakan dan merapikan Alut yang banyak berlubang akibat digunakan untuk mendirikan stan-stan pedagang. Namun demikian, dana tersebut tidak termasuk untuk penanaman rumput di Alut Kota Yogyakarta.
“Pekerjaan pembersihan, perataan dan perapihan Alun-alun Utara itu sudah dilakukan setelah Sekaten berakhir, diharapkan pekerjaan ini bisa diselesaikan secepatnya dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Sejauh ini, tidak ada kesulitan yang berarti dalam melakukan revitalisasi Alut, hanya saja bekas lantai stan yang menggunakan campuran semen agak sulit dibersihkan. “Untuk pekerjaan perataan, kami menggunakan bantuan alat berat sehingga diharapkan pekerjaan bisa selesai dalam waktu singkat,” lanjutnya.
Selain untuk mengembalikan kondisi Alut seperti sediakala, Hanida juga berharap, pekerjaan perataan dan pembersihan tersebut bisa sekaligus bisa menghilangkan titik-titik genangan di Alun-alun yang kerap muncul setelah terjadi hujan lebat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta Toto Suroto mengatakan pihaknya baru sekali ini mendapatkan tanggung jawab untuk meratakan Alut setelah digunakan untuk PMPS. “Biasanya, pekerjaan perataan alun-alun setelah Sekaten menjadi tanggung jawab panitia penyelenggara,” lanjutnya.
PMPS Tahun Wawu 1945 tersebut digelar sejak akhir 2011 hingga 5 Februari, dengan ratusan peserta yang membuka stan di Alut Kota Yogyakarta.
Panitia penyelenggara menerapkan kebijakan khusus untuk penyelenggaraan PMPS tersebut yakni menghilangkan karcis masuk bagi masyarakat.
Meskipun digratiskan, pendapatan yang diterima panitia penyelenggara tetap lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan. Dari dana sebesar Rp 970 Juta untuk penyelenggaraan, panitia bisa memperoleh pemasukan sebesar Rp 1,04 miliar.
Antara
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




