KARANGANYAR (Joglosemar): Meski isu penyebaran virus H1N1 atau flu babi seolah sudah mereda, bukan tidak mungkin virus tersebut berjangkit kapan saja. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar memfokuskan pada upaya pencegahan ketimbang upaya pengobatan.
“Sebab, tubuh yang sehat akan menjadi benteng yang kuat agar terhindar dari penyakit ini,” ujar Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Karanganyar, Fatkhul Munir, Rabu (28/10).
Dikatakan Fatkhul, penularan virus H1N1 memang cukup cepat. Dan untuk mencegahnya adalah dengan berperilaku hidup sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menutup hidung saat bersin, tidak melakukan sentuhan langsung dengan tangan ke mulut, hidung dan mata.
Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat bepergian dan melakukan kontak dengan banyak orang. Untuk penjagaan dari dalam, asupan gizi dari makanan yang sehat menurut Fatkhul sangat penting.
“Istirahat yang cukup juga membantu sistem ketahanan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit,” tambahnya.
Gejala H1N1 sendiri, menurut Fatkhul nyaris sama dengan flu biasa yang umum menyerang masyarakat. Untuk mengetahuinya harus dilakukan cek laboratorium. Untuk itu, masyarakat perlu waspada dan tidak menyepelekan setiap gangguan flu.
“Kalau curiga, langsung karantina dan lakukan pengobatan,” bebernya.
Banyaknya orang yang terkena virus ini di berbagai belahan dunia menurutnya membawa dampak imunitas pada tubuh. “Kelihatannya penyakit ini sudah cukup lama, sehingga tubuh adaptasi dan lama-lama mengenali,” ujarnya. Dengan kondisi seperti itu, ada kemungkinan masyarakat yang terserang lama-lama memiliki imunnya sendiri.
Untuk Karanganyar, sejauh ini belum ada kejadian flu babi. “Kami berharap juga jangan sampai kena,” ujarnya. Sementara untuk antisipasi, pihaknya memberlakukan kartu kewaspadaan, terutama bagi anggota masyarakat yang baru datang dari luar negeri. (end)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




