Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Pemilik Lahan Dicurigai Alihkan Banjir

Rabu, 08/09/2010 09:00 WIB - oke

SUKKUR—Saat volume air di Pakistan mulai menunjukkan penurunan, justru kecurigaan meningkat mengenai bencana banjir yang melanda Pakistan.
Korban banjir mencurigai bahwa para pemilik lahan yang didukung pejabat berpengaruh, sengaja mengalihkan air jauh dari properti mereka.
Namun klaim tersebut sulit dibuktikan dan pada beberapa kasus tuduhan ini dianggap berlebihan. Namun isu ini sudah menyebar luas di masyarakat Pakistan.
Akibatnya korban banjir yang sudah menderita, makin tersulut amarahnya dan menebalkan rasa ketidakpercayaan terhadap Pemerintah Pakistan yang dianggap gagal menyalurkan bantuan kepada korban banjir.
Pemerintah Pakistan seharusnya meredam isu ini mengingat tingginya risiko dari kelompok militan yang dapat memanfaatkan situasi kemarahan rakyat atas pemerintahnya.
“Politisi, orang kaya, dan berpengaruh hanya mengorbankan rakyat,” ungkap seorang warga seperti dikutip AP, Selasa (7/9).
Sebagian rakyat meyakini bahwa kalangan berpengaruh di Pakistan mampu memanipulasi alur sungai dengan menentukan tanggul mana yang dapat mereka buka. Tetapi masih terlalu dini untuk memverifikasi tuduhan tersebut mengingat belum ada bukti kuat.
Kemarahan diperlihatkan oleh warga di wilayah Sindh di mana ratusan ribu warga melihat sendiri banjir menelan rumah mereka. Sedangkan di saat bersamaan mereka melihat rumah pejabat, seperti kediaman Menteri Federal setempat tetap kering tanpa dimasuki air.
Rakyat juga yakin bahwa Menteri Tenaga Kerja Khursheed Shah dengan sengaja membujuk pemerintah membuka tanggul, hanya untuk menyelamatkan lahan miliknya. (oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :