JAKARTA—Pemegang saham Bank Century, Robert Tantular memenuhi panggilan KPK, Jumat (19/3). Robert akan diperiksa terkait penyelidikan kasus Century oleh KPK. ”Saya masih kecewa bailout Rp 6,7 triliun itu ke mana. Tidak pernah dibuka,” terang Robert.
Dia mengaku heran kenapa dirinya selalu dipersalahkan dalam kasus ini. Robert yang mengenakan batik warna kuning lengan panjang ini menolak dijadikan kambing hitam. ”Jangan separuh-separuh dan semua kambing hitamnya ke saya. Bailout Rp 6,7 triliun itu kelanjutannya bagaimana, sekarang kita tidak tahu. Padahal, itu yang sebetulnya paling penting,” ujar dia.
Robert yang diperiksa selama 11 jam lebih dicecar oleh tim penyidik soal dana yang dipinjam dari Boedi Sampurna. ”Hari ini diperiksa mengenai yang 18 Juta dolar AS yang pinjaman saya kepada Pak Boedi Sampurna. Ini oleh KPK dilakukan pendalaman,” ujar Robert.
Robert mempertanyakan soal status pinjaman tersebut. Jika benar pinjaman, mengapa dana tersebut akhirnya dibayar oleh Bank Mutiara. Menurutnya, ada perbedaan antara hasil audit BPK dan LPS soal kerugian Bank Century.
”Sekarang dari penemuan audit BPK itu, kerugian Bank Century Rp 5,8 triliun, tetapi oleh LPS diberitakan kerugiannya mencapai Rp 7,3 triliun. Itu saja sudah beda Rp 1,5 triliun. Ini sama sekali tidak dibuka di Pansus. Itu dipakai ke mana saja sih?” cecar Robert. (dtc)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




