SOLO (Joglosemar): Salah satu cara untuk menguatkan daya saing ekonomi adalah dengan pembentukan dan pengembangan klaster. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK, Kementrian Negara Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta.
I Wayan Dipta mengatakan, pemerintah mempunyai perhatian yang besar terhadap pembentukan klaster. Menurutnya pengembangan klaster penting dilakukan untuk meningkatakan daya saing para pelaku usaha.
“Kesulitan yang biasa dihadapai para pelaku usaha kecil kan masalah pemasaran. Jika klaster sudah terbentuk, maka akan tercipta jaringan pemasaran yang lebih pasti baik di tingkat lokal maupun internasional. Contohnya industri rotan di Sukoharjo, nilai ekspor mereka tahun ini meningkat 15 sampai 20 persen setelah pembentukan klaster,” ujarnya disela-sela acara Workhsop dan Pameran Klaster Internasional, di Graha Solo Raya, Selasa (27/10).
Wayan pun memuji Provinsi Jateng yang dianggapnya sudah selangkah lebih maju dibanding provinsi-provinsi lainnya dalam hal pengembangan klaster. Dari total 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng, seluruhnya sudah memiliki klaster. Pengembangan klaster ini diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan nasional.
“Untuk urusan pengembangan klaster, Jawa Tengah kita pandang sudah advance (ahli-red) dan kita harapkan provinsi-provinsi lain bisa mengikuti. Sehingga klaster UKM dapat berkembang lebih baik ke depannya,” tutur I Wayan Dipta.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), Sriyadhi, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, menyampaikan Pemprov sangat mendukung pengembangan klaster. Dikatakannya, 65 persen penduduk Jateng hidup di daerah pedesaan dengan mata pencaharian sebagian besar di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM.
“Dan di tahun 2008 ini tercatat ada 644.920 UMKM yang mampu menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja. Ini menunjukan bahwa sektor UMKM menjadi andalan sebagian besar masyarakat. Oleh karena itu pengembangan klaster sangat penting dilakukan,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Forum Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya (FPESD) Jateng, Anung Sugihantono, menyampikan dari total 133 klaster yang ada di Jateng ada tiga klaster yang potensial dikembangkan, yaitu klaster logam di Klaten dan Tegal, klaster mebel di Solo dan klaster batik yang di antaranya ada di Solo, Pekalongan dan Banyumas. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




