Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Pembangunan Sragen Dinilai Timpang

Sabtu, 04/09/2010 09:00 WIB - yok

SRAGEN—Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai struktur pembangunan di Kabupaten Sragen masih timpang. Hal ini terlihat dari kondisi pembangunan antara Sragen Utara dan Sragen Selatan yang dianggap belum merata.
”Masih timpang,” papar anggota Komisi III Edy Hardjono Jumat (3/9). Menurutnya, ketimpangan tersebut terlihat jelas dari minimnya fasilitas, sarana dan prasarana umum di wilayah utara Sragen. Hal ini juga berimbas pada kemajuan dan perkembangan wilayah yang akhirnya tampak tidak serempak.
“Karena semua adalah wilayah Sragen ya mestinya alokasi dana pembangunan juga harus sama. Kalau selama ini kan sepertinya tidak begitu. Yang sudah maju makin ditambah, yang masih tertinggal malah terlupakan,”ketusnya.
Edy mengungkapkan jika dibiarkan dengan keterbatasan, maka berpotensi memunculkan kecemburuan sosial di antara masyarakat Sragen. Pasalnya, saat ini masih ada sejumlah kecamatan yang kondisinya tertinggal dibandingkan kecamatan-kecamatan lainnya di Sragen. Kecamatan-kecamatan tertinggal tersebut, antara lain Kecamatan Mondokan, Kecamatan Tangen, Kecamatan Sumberlawang dan Kecamatan Jenar.  “Hanya Kecamatan Gemolong yang sudah lengkap fasilitas umum untuk masyarakat karena kecamatan tersebut memang dikembangkan menjadi kota satelit Sragen,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maksun Isnadi mengatakan, saat ini wilayah Sragen sebelah utara memang tidak diminati investor karena kurangnya fasilitas pendukung. ”Sebenarnya Pemkab Sragen sudah memiliki rencana pengembangan fasilitas pendukung di Sragen Utara untuk menyiapkan wilayah tersebut sebagai kawasan industri. Akan tetapi, hal tersebut masih terhalang oleh Peraturan Daerah (Perda) mengenai Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) yang belum disahkan,” kata Maksun. (yok)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :