SOLO (Joglosemar): Kemungkinan gagalnya Persis Solo untuk berlaga di divisi utama membuat Pasoepati, gerah. Sejumlah perwakilan pasukan pendukung setia Persis itu beramai-ramai mendatangi kanto Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Selasa (27/10).
Kedatangan mereka untuk mencari wakil walikota Solo, sekaligus Ketua Umum Persis, FX Hadi Rudyatmo. Mereka bermaksud memberikan spanduk warna putih yang telah dipenuhi berbagai tulisan luapan kekecewaan dari para anggotanya.
Dalam aksinya tersebut, belasan suporter setia Persis tersebut menyanyikan lagu-lagu penyemangat Persis dan juga lagu-lagu yang menggambarkan kekecewaan mereka dengan syair yang dibuat untuk meminta pertanggungjawaban manajemen serta Walikota atas ketidakikutsertaan Persis dalam kompetisi divisi utama November mendatang.
“Seperti yang kita janjikan sebelumnya, kita tidak akan membuat aksi yang anarkis atau mengganggu masyarakat. Aksi kami di sini hanya untuk menunjukkan masyarakat kalau kita melakukan sesuatu untuk Persis dengan membuat spanduk ini untuk diserahkan kepada Ketua umum Persis,” ujar Mohammad Badres, Ketua Korwil Pasoepati Solo Selatan (Pasoltan) sekaligus koordinator kegiatan.
Sementara itu, karena Ketua Umum Persis tidak ada di tempat, spanduk diserahkan kepada Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Suharto.
Pendanaan
“Kita ditemui pak Budi, Beliau mengatakan kalau Pemerintah sudah tidak bisa membantu. Dan kita terangkan kalau kita tidak ingin menekan Pemerintah. Kami justru ingin agar Pemerintah menekan manajer untuk bertanggung jawab,” ujar Badres.
Tanggung jawab yang dimaksud oleh Badres adalah agar pihak manajemen Persis mempertanggungjawabkan semua dana yang telah dipakai untuk membiayai keikutsertaan Persis dalam kompetisi selama ini. “Kami ingin minta kejelasan saja tentang semua penggunaan dana, ke mana saja dana itu,” ujar Badres mewakili rekan-rekannya yang turut serta dalam aksi itu. (tqu)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




