Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Pasien Stroke Bisa Bicara Berkat Musik

Minggu, 28/02/2010 09:00 WIB - Muhaimin

Kabar gembira untuk penderita stroke. Musik ternyata terbukti sebagai terapi yang membantu mengembalikan kemampuan berbicara pada  pasien stroke.
Hasil hipotesis itu menjadi bahan ilmuwan Amerika Serikat, dalam presentasinya bahwa dengan memotivasi pasien stroke dengan bernyanyi lambat laun kemampuan berbicaranya bisa pulih. Dengan metode bernyanyi, pasien stroke menggunakan area otak yang berbeda dari lokasi yang mengaitkan cara bicara.
Gottfried Schlaug, Profesor Neurologi Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School di Boston Amerika Serikat yang memimpin ujicoba ini menyatakan, saat pusat bicara seseorang rusak oleh stroke maka, mereka dapat belajar menggunakan pusat nyanyiannya.
Profesor Schalaug merepresentasikan temuannya ini pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science di San Diego.
Dalam uji coba kliniknya, seperti dilansir tempointeraktif.com, dia berhasil menunjukkan bagaimana otak merespons terapi intonasi melodi.  Terapi ini telah ditetapkan sebagai teknik medis. Peneliti pertama kali menggunakannya ketika ditemukan bahwa pasien stroke dengan kerusakan otak bisa membuat mereka tak bisa bicara tapi bisa menyanyi.
Profesor Schlaug menjelaskan, ia telah mempelajari kombinasi terapi dengan gambaran otak. Kombinasi itu untuk menunjukkan bahwa ada pengaruhnya terapi tersebut pada otak, seperti halnya saat  pasien belajar menyanyikan kata-kata.
”Sebagain besar koneksi antara areal otak yang mengontrol pendengaran adalah sisi kiri dari otak. Tapi masih ada lubang penghubung ke sisi kanan,” kata Professor Schlaug.
Sementara, Dr Aniruddh Patel, ilmuwan neuro mengatakan, kebenaran ujicoba ini, sisi otak kiri lebih banyak digunakan dalam bicara. ”Jika ada kerusakan sisi kiri, sisi kanan telah bermasalah,” terangnya
Tapi, kata Patel, pasien belajar meletakkan kata-kata mereka pada melodi, koneksi krusial pada sisi kanan dari otak. Selama terapi, pasien diajarkan melodi kata-kata sederhana. (Muhaimin)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :