Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Pasien RS Diminta Gunakan Hak Pilih

Kamis, 09/09/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—KPU Kabupaten Wonogiri mengimbau, warga yang telah memiliki hak pilih namun dalam kondisi sakit dan dirawat  di rumah sakit, diminta  tetap menggunakan hak pilih mereka.
Untuk mendukung  hal itu, sebagaimana yang terjadi pada pemilihan legislatif (Pileg) tahun lalu, institusi rumah sakit tetap akan diberi fasilitas saat hari pencoblosan tanggal 16 September mendatang.
Bahkan, dua hari sebelum hari H, pihak KPUD melalui petugas dari TPS terdekat akan menyusur rumah sakit untuk mengetahui jumlah pasien yang masih akan diopname hingga hari pencoblosan tiba. Hal itu bertujuan untuk menentukan jumlah surat suara dan logistik lain yang dibawa.
Anggota KPUD Wonogiri Divisi Teknis Penyelenggaraan, Matnawir menjelaskan, setiap TPS yang berada di dekat rumah sakit sudah diberi perintah untuk turut pula melayani pasien yang asalnya dari berbagai daerah.
“Dan untuk itu sudah ada formulir tersendiri di tiap TPS. Jadi warga yang berasal dari TPS lain yang kebetulan dirawat di rumah sakit bisa memakai hak pilihnya. Keluarga diminta meminta surat pengantar dari TPS daerah asal saat hari pencoblosan. Dari petugas KPPS akan diberi surat pengantar,” terangnya.
Teknis jalannya pencoblosan, petugas dari TPS sekitar rumah sakit akan mendatangi pasien langsung ke bangsal dengan didampingi satu petugas hansip. Menyisir seluruh ruang pasien.
Sedangkan terkait masa kampanye yang hanya tersisa satu hari lagi, yaitu tanggal 12 September kemungkinan besar keempat pasangan calon lebih memilih berkampanye dengan  cara tertutup (terbatas). Selain agar lebih dekat dengan masyarakat, saat itu bertepatan dengan acara debat pasangan calon.
“Untuk rapat umum biayanya jauh lebih besar, dan rawan pelanggaran. Itu kelemahannya,”  ujar anggota KPUD Divisi Hubungan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Suyono.
Ditambahkan, tanggal 13 September adalah batas akhir penyerahan laporan penggunaan dana kampanye oleh semua pasangan calon. (son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :