Yogyakarta—Menyusul peledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo Kepunton, Solo, Minggu (25/9), Kepolisian Resor Kota Yogyakarta siap siaga mengamankan gereja-gereja yang ada di kota tersebut. Di Yogyakarta, setidaknya ada 34 gereja yang sering dipakai beribadah oleh umat Nasrani.
Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Kompol Arthur Simamora mengatakan sudah ada pengarahan kepada seluruh anggota kepolisian untuk melakukan pengamanan di gereja-gereja yang ada.
”Namun, saat ini, kami masih memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Kota Yogyakarta. Setelahnya, kami akan melakukan pengamanan gereja, khususnya pada kegiatan ibadah,” katanya.
Nantinya, dari 34 gereja tersebut seluruhnya akan memperoleh perhatian yang sama, dengan bentuk pengamanan di antaranya penjagaan dengan pakaian seragam, pakaian preman serta patroli.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek Sutomo Triwidodo mengatakan, bom di GBIS Kepunton tersebut berdaya ledak rendah sehingga tidak merusak bangunan gereja, tetapi hanya kaca dan pintu depan.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) GKR Hemas di Yogyakarta, Minggu (25/9) menyatakan prihatin dengan kejadian tersebut.
”Saya sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Seharusnya, seluruh warga saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah,” tandasnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, tegas GKR Hemas, pemerintah harus terus memberikan perhatian lebih besar kepada seluruh masyarakat untuk bisa menjalankan ibadah agama di mana saja.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pengalihan isu terkait peristiwa tersebut, Hemas mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan terhadap pengalihan isu besar.
Ia justru menilai, isu reshuffle kabinet yang telah menyita perhatian masyarakat sudah merupakan sebuah pengalihan isu.
Antara | Kiki Dian S
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




