WASHINGTON—Maksud Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad untuk mendukung Palestina, malah salah kaprah. Sebab, Palestina malah geram dengannya.
“Dia yang tidak mewakili rakyat Iran, memalsukan Pemilu, mengaku berbicara atas nama Iran dengan mencuri otoritas, tak berhak berbicara mengenai Palestina atau Presiden Palestina,” ujar Jubir Kepresidenan Palestina Abu Rudeineh, seperti dikutip CNN dan dilansir Inilah.com, Minggu (5/9).
Ucapan Abu ini terkait komentar Ahmadinejad yang tidak menyetujui perundingan damai Israel-Palestina di Washington. Menurut Ahmadinejad, seharusnya perundingan itu dilakukan di Palestina. “Bukan di Washington, Paris atau London,” ujar Ahmadinejad.
Ahmadinejad juga berkata, perundingan damai itu jalan buntu dan tak ada alasan untuk melakukannya. “Apa yang mereka ingin rundingkan? Perundingan-perundingan itu akan gagal dan menemui ajal, selama Israel tidak menghentikan pendirian permukiman di wilayah Palestina,” tegas dia.
Menghapus Israel
Di lain pihak, Ahmadinejad menyatakan, Israel dan para sekutunya takkan bisa menyerang Iran. Sebaliknya, Iran dan sekutunya bisa menghapus Israel dari dunia.
Hal tersebut ia sampaikan saat khotbah pada salat Jumat lalu. Selain kecaman untuk Negara Zionis itu, Ahmadinejad juga menyinggung pentingnya membuat referendum bagi Palestina.
“Pemerintah Barat memiliki tujuan yang sama dengan Israel. Maka harus membuat kesepakatan yang didasari piagam PBB yang telah mereka buat. Lalu, buat referendum bebas bagi Palestina agar mereka bisa memutuskan nasibnya sendiri,” ujarnya, seperti dilansir Press TV.
Presiden yang anti-Amerika itu juga mengimbau Barat agar berhenti memberi dukungan kepada Israel. “Cepat atau lambat, para pemimpin Zionis akan diadili bangsa-bangsa lain di mahkamah internasional.”
Tanpa ragu, Ahmadinejad yakin rakyat Timur Tengah mampu melenyapkan Israel dari peta dunia. (ida)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







