Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Pagar Rumah Antara Keindahan, Keamanan & Prestise

Jumat, 26/03/2010 09:00 WIB - Kiki Dian Sunarwati

Berbicara tentang sebuah bangunan atau rumah tak akan bisa dilepaskan dari sejumlah ornamennya. Salah satu yang penting adalah pagar. Bagi sebagian orang, pagar tidak hanya sekadar sebuah alat perlindungan anggota keluarga  atau harta bendanya dari bahaya maupun tindakan kejahatan yang lain. Namun sekaligus berfungsi untuk memperindah rumah itu sendiri. Tak lupa pastinya melambangkan prestise dari si empunya rumah  yang bersangkutan.
Maka tak mengherankan bila saat ini bisa kita jumpai pagar dengan  berbagai varian dan jenis, beragam warna, ornamen ataupun material pembuatnya. Ada yang bisa menjulang tinggi sekaligus menutupi bangunan rumah. Seolah menyiratkan  perlindungan  diri yang serapat mungkin dilakukan agar privacy si empu rumah tetap terjaga, atau pagar yang standar pada umumnya yakni menjadi pemanis rumah namun tetap memberikan kenyamanan bagi para penghuni dari segala gangguan, mulai penjahat, pencuri, pengamen hingga pemulung. Selebihnya adalah pagar sederhana yang biasanya hanya menggunakan runcingan bambu yang dijajarkan sebagai pengaman. Pancarkan kesederhanaan untuk pengamanan namun tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan tetangga di sekitarnya.
Sesuai dengan perkembangan atau desain sebuah rumah, biasanya pagar pun akan mengikuti. Dalam arti, antara pagar dan desain rumah tak dipungkiri haruslah menciptakan perpaduan, keharmonisan dan nilai estetika yang ada bagi khalayak umum. Alhasil, bila dinilai dengan uang tak jarang nilai ratusan ribu hingga puluhan juta mereka keluarkan untuk menyempurnakan keserasian rumah mereka dengan pagar tersebut.
“Saat ini, tren pagar yang cenderung diminati adalah bentuk minimalis,  yang lurus, dan berjeruji, mirip seperti jeruji tahanan. Sementara sistemnya yakni berupa geser atau buka tutup, sehingga memudahkan kendaraan untuk masuk. Tren ini dilatar belakangi perumahan sekarang mengikuti produk pemerintah dengan nuansa minimalis, maka banyak orang yang membidiknya,” tandas Muhammad Adib, Pemilik Bengkel Las dan Pagar Aneka Pagar Windan Jaya, Kartasura kepada Joglosemar.
Bentuk pagar minimalis yakni mempergunakan  pipa kotak berukuran 2x4 cm atau 4x4 cm untuk pagar ukuran standar yakni tinggi 1,5 m, lebar 3,5 m atau biasanya untuk regol. Adapun bahan baku utama pagar yakni besi, pipa, beton, dan roda.
Kombinasi
Dijelaskan, harga per meter  pagar itu bervariasi, mulai dari Rp 250.000 per meter persegi. Ini sudah termasuk ongkos pasang, garansi seumur hidup dan warna sesuai selera pemesan.  Hanya memerlukan waktu sekitar tujuh sampai sepuluh hari, untuk proses pembuatan, dan selanjutnya pemasangan akan menjadi satu paket harga.
Sejumlah alasan pemanfaatan pagar diakui Adib, menjadi hal yang wajar para pemilik rumah atau bangunan ketika hendak melakukan pemasangan pagar tersebut. Pun dengan berbagai pertimbangan tentunya.
“Selain untuk keamanan dan keindahan, kalau di kota besar itu bisa untuk mempercantik rumah juga, termasuk membatasi pengamen agar tidak bisa masuk atau nyelonong dengan  bebas,” ujarnya.
Tren bentuk perumahan kombinasi minimalis dan post modern juga tidak luput dengan pemasangan pagar.  Setidaknya 70 persen desain tersebut dipilih untuk bangunan  rumah dan perkantoran.
“Nah kalau untuk di Solo langgam atau style jenis eklektisme misalnya perpaduan antara minimalis, tradisional, dan tropis sedang marak. Sebab ini tak lepas dari letak geografis kota Solo yang jauh dari pantai, dan ketika hujan curah hujannya sangat banyak,” kata Konsultan Duo Arch,  Ibta Anugrahadi.
Ibta menambahkan, pihaknya memberikan pilihan tema dan perpaduan konsep bangunan kepada klien, baik dari bangunan maupun pagarnya, tinggal nanti klien yang memilihnya.  (Kiki Dian Sunarwati)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :