Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Padusan di Klaten dan Boyolali Anak-anak Ceria Berebut Main Seluncuran

Rabu, 11/08/2010 09:00 WIB - Ario Bhawono/Abdul Alim Muhamad Zamzami

Raut muka Dewi Mayasari (8) berbinar ketika melihat seluncuran di depannya. Sebuah bangunan unik berwarna biru menjulang tinggi itu pastinya menjanjikan kesenangan di tengah-tengah Objek Wisata Mata Air Cokro (Omac) atau lebih dikenal dengan Umbul Ingas di Desa Cokro, Kecamatan Tulung Klaten.
Namun saat akan naik, sebuah papan pengumuman bertuliskan larangan untuk menggunakan wahana itu, Dewi mengurungkan niatnya. Ia adalah salah satu dari sekitar 15.000 pengunjung yang datang ke Umbul Ingas karena tertarik melakukan padusan menyambut datangnya Ramadan.
Para pengunjung yang berjubel di area seluas 10,5 hektare itu tidak sedikit yang kecewa mengapa dua dari tiga seluncuran itu tidak dapat difungsikan. Padahal sebagian besar pengunjung itu rela jauh-jauh ke Klaten untuk padusan dan menikmati hasil karya Pemkab Klaten senilai miliaran rupiah itu.
“Saya lihat juga sepertinya bahaya. Karena di bawahnya banyak anak-anak dan kolamnya dangkal. Jika ada yang mlorot dari atas bisa gawat,” tutur Bambang (45) ayah Dewi asal Solo itu yang mengaku merasa miris.
Pengelola Omac, Darmadi mengatakan pihaknya terpaksa memasang tanda larangan itu untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi. Pengelolaan keamanan dan kenyamanan di Omac hingga kini terus dimaksimalkan.
Menurut pengamatan Joglosemar hanya satu seluncuran yang dapat digunakan, tampak dipadati pengunjung. Bangunannya tergolong aman dengan ketinggian sekitar lima meter. Tampak anak-anak hingga dewasa mengantre ke bangunan di puncak seluncuran itu. Di bawahnya, tidak sedikit yang berteriak histeris kegirangan bermain waterboom.
Suasana meriah juga terjadi di objek wisata Umbul Tlatar, Boyolali, yang dipadati oleh ribuan pengunjung.  Namun demikian, event tersebut dikhawatirkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kebon Ijo  bakal tidak memenuhi target pemasukan bagi kas desa dan tidak memenuhi target seperti yang dipatok oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Boyolali.
“Desa ditarget pengunjung hingga 12.000 orang dengan asumsi pemasukan dari tiket  Rp 22,860 juta. Padahal desa juga masih mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp 30 juta,” ujar Ketua Panitia, Ngatimin Siswomartono (61), Selasa (10/8).
Kepala Desa Kebon Ijo, Soeherman mengatakan, banyaknya lokasi wisata di Boyolali yang dilengkapi dengan waterboom disinyalir membuat pengunjung lari dari objek wisata Tlatar. (Ario Bhawono/Abdul Alim Muhamad Zamzami)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :