KARANGASEM—Target perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2009 tak terpenuhi. Dari target awal PAD sebesar Rp 110,8 miliar, hanya terealisasi sebesar Rp 101,9 miliar atau terdapat kekurangan sekitar Rp 9 miliar.
Hal ini terungkap dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Solo tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2009 dengan agenda penyampaian nota penjelasan Walikota, Rabu (10/3). Diungkapkan masih rendahnya kontribusi terhadap total pendapatan mengharuskan adanya inovasi kebijakan pengelolaan pendapatan yang terintegrasi.
Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) dalam nota penjelasannya mengungkapkan langkah strategis yang dilakukan di antaranya intensifikasi dan ekstensifikasi pengelolaan pendapatan, peningkatan kinerja, koordinasi antara SKPD, peningkatan kerja sama antardaerah, dan sebagainya.
Langkah intensifikasi dan ekstensifikasi di antaranya melalui penyederhanaan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak atau retribusi, kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan, serta pendapatan objek pajak atau retribusi.
Adapun beberapa pos anggaran yang masuk dalam PAD di antaranya pendapatan pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan yang sah.
Ditemui seusai acara sidang, Jokowi menjelaskan, tidak terpenuhinya target PAD di tahun 2009 dikarenakan ada beberapa SKPD yang tidak mampu memenuhi target. “Seperti DPP (Dinas Pengelola Pasar, red). Tetapi nanti akan dioptimalkan,” terang dia.
Lebih lanjut dikatakan, persoalan ini juga dipengaruhi kurang optimalnya kinerja personal di setiap SKPD. Oleh karena itu, menurut Jokowi, dirinya telah mengambil langkah untuk melakukan mutasi terhadap sejumlah pejabat di tubuh Pemkot. Dikatakan, upaya ini dilakukan untuk memenuhi the right man on the right place. (cka)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







