Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Ormas Islam Tolak Obama

Jumat, 19/03/2010 09:00 WIB - cka

KARANGASEM—Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Solo, Kamis (18/3) mendatangi Gedung Dewan. Langkah ini dilakukan sehubungan dengan aksi penolakan mereka terhadap rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barak Obama ke Indonesia.
Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Edi Lukito dalam pernyataan sikapnya menyatakan menolak kedatangan orang nomor satu Amerika Serikat (AS) itu ke Indonesia. “Terkait kedatangan Obama di Indonesia sekitar tanggal 23-25 Maret 2010, dengan ini kami segenap Ormas Islam di Surakarta menyatakan menolak,” papar dia saat beraudiensi dengan sejumlah anggota Dewan.
Sikap penolakan diambil lantaran menurut mereka, Pemerintah AS secara nyata melakukan penjajahan terhadap umat muslim di Afganistan, Irak, dan Palestina. Mereka berpendapat, Obama dinilai telah mengingkari janjinya untuk menarik pasukannya dari Irak.
LUIS mencermati kedatangan Obama ke Indonesia justru diindikasi hanya memperkuat penjajahan Amerika terhadap Indonesia. “Baik dalam bidang politik, militer, sosial dan ekonomi,” terang Eko.
Berlebihan
Sementara itu, perwakilan dari Pemuda Muhammadiyah, Furqon M menambahkan, kedatangan Obama dinilai tidak akan memberi manfaat apapun bagi Bangsa Indonesia. Menurut dia keikutsertaan 300.000 tentara Amerika yang menyertai kedatangan Presiden Amerika, dinilai berlebihan.
“Ini bagi kami sangat berlebihan. Justru sebagai bentuk pelecehan terhadap negara kita,” jelasnya. Hal senada dipaparkan perwakilan KAMMI, Budi Subarjo. Dikatakan, jika kedatangan Obama hanya memperkuat imperalisme dan kapitalisme di Indonesia.
Menanggapi aspirasi dari sejumlah Ormas, Wakil Ketua DPRD Kota Solo, Supriyanto mengatakan, akan membawa aspirasi ini dalam forum rapat antara pimpinan Dewan dengan keterwakilan fraksi. Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Dedy Purnomo menambahkan, kemungkinan secara nasional telah dipertimbangkan terkait diterima atau ditolaknya kunjungan Obama itu.
Sebelum beraudiensi, sekitar 15 orang dari perwakilan Ormas Islam membawa beberapa spanduk yang berisi tentang ungkapan ketidaksukaannya pada Obama. Beberapa Ormas yang terlibat dalam aksi itu di antaranya LUIS, Pemuda Muhammadiyah, KAMMI, Al Islam, dan Fosikom. (cka)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :