KARANGANYAR—Tersangka orangtua pelaku pembuang bayi di Dusun Tromoyo, Desa Tawangsari, Kecamatan Kerjo, Karanganyar, Selasa (9/3), akhirnya berhasil ditangkap aparat Polres Karanganyar. Pelaku tak lain orangtua bayi karena malu melahirkan bayi hasil hubungan gelapnya saat bekerja di luar negeri.
Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso melalui Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Joko Satriyo Utomo mengungkapkan bahwa pelacakan tersangka langsung dilakukan sesaat kejadian penemuan mayat bayi tersebut dilaporkan. ”Atas temuan ini langsung kami menindaklanjuti dengan olah TKP di tempat kejadian perkara,” terangnya, Rabu (10/3).
Hasil olah TKP, petugas memperoleh informasi jika lampu merkuri di dekat tempat penemuan mayat bayi yang pada hari itu sudah mati sejak pukul 03.30 WIB, padahal biasanya lampu mati saat pukul 06.00. ”Dugaan kami, lampu ini sengaja dimatikan untuk membuat suasana gelap dan mampu menutupi tindakan tersangka membuang bayi,” tuturnya.
Bersama dengan aparat desa, polisi menyelidiki warga yang tinggal kurang dari 100 meter dari TKP, yang diketahui hamil. ”Saat kami datangi, perut ibu itu sudah kempes, lalu langsung saja kami lakukan intrograsi cepat dan akhirnya dia mengaku sebagai pelaku yang membuang bayi tersebut,” papar Joko.
Tersangka yang diketahui berinisial MR (25) ini, kata dia, mengaku bayi tersebut sebagai buah hubungan gelapnya saat bekerja di Hongkong. Dia sengaja membunuh dan membuang bayi tersebut karena malu dengan lingkungan dan suaminya. ”Dia bercerita, melahirkan sendiri tanpa bantuan siapa pun di kamar mandi. Kemudian setelah bayi tersebut lahir diguyur dengan air hingga meninggal,” jelasnya.
Akibat perbuatannya ini, tersangka dikenai Pasal 341 KUHP tentang hukuman pada ibu yang membunuh atau membuang anaknya dengan ancaman hukuman kurungan 7 tahun penjara. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku mendekam di tahanan Mapolres Karanganyar.
Sebagaimana diberitakan Joglosemar, sebelumnya mayat bayi ini ditemukan warga dengan berbungkus tas plastik kresek di saluran air sebelah barat Masjid Al Hidayah, Dusun Tromoyo, Desa Tawangsari, Kecamatan Kerjo, Selasa (9/3), sekitar pukul 10.30 WIB. Orok bayi berjenis kelamin laki-laki mempunyai panjang 53 sentimeter dan berat sekitar 3,5 kilogram ini ditemukan dengan tali pusar yang belum terputus. (tam)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







