Sudah banyak yang tahu tentang penyakit katarak. Penyakit yang menyerang mata ini sepertinya tidak dapat dihindari jika usia mulai menua. Jika tanda-tanda katarak telah muncul, maka semakin hari daya penglihatan akan semakin berkurang. Karena katarak termasuk salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat kita, maka telah banyak pula lembaga atau perusahaan yang mengadakan kegiatan operasi massal sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk memerangi penyakit yang mampu mencuri penglihatan tersebut. Meski begitu, kesadaran masyarakat khususnya kalangan bawah masih sangat kurang. Terlebih ketika mereka terkena penyakit ini. Tidak jarang mereka baru pergi ke dokter untuk periksa setelah katarak dalam kondisi parah.
Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa mata akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa mata menjadi buram, keras dan pejal. Lensa mata yang tidak bening itu tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak. Itulah sebabnya, penderita katarak tidak akan melihat secara jelas atau kabur saat melihat suatu objek.
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata yang seharusnya bersih menjadi keruh, sehingga menghalangi cukupnya cahaya memasuki mata dan mengganggu penglihatan. Dokter Spesialis Mata RS Kasih Ibu Surakarta, dr Nurcahya Ardian Bramantha SpM, di sela-sela seminar Update Management Minimal Invasive Surgery and Diabetic Foot, yang diadakan belum lama ini, di Diamond Solo Convention Centre, mengungkapkan, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya katarak. Namun pada umumnya, katarak terjadi karena proses penuaan dimana 80 persen orang berusia 60 tahun ke atas mengalami suatu bentuk katarak. “Selain itu, pada usia kanak-kanak, katarak dapat terjadi sejak lahir atau berkembang akibat dari suatu cedera atau trauma,” ungkapnya.
Mengemudikan Mobil
Penyakit katarak juga dapat timbul akibat paparan sinar ultraviolet atau sinar matahari yang berkepanjangan. Maka dari itu, kasus katarak banyak terjadi pada Negara dengan iklim tropis seperti Indonesia ini. “Penggunaan obat-obatan seperti seteroid dalam jangka panjang, serta jenis penyakit tertentu yang menyertai seperti diabetes juga mampu memicu terjadinya katarak pada seseorang,” imbuh dr Bram.
Akan tetapi, sayangnya tidak semua pasien katarak langsung menyadari bahwa dirinya terkena penyakit tersebut. Pasalnya, jika katarak baru menyerang sebagian kecil lensa tidak akan mengganggu penglihatan. Katarak terjadi secara perlahan-lahan sehingga penglihatan penderita terganggu secara berangsur. Dr Bram menambahkan, beberapa gejala yang menunjukkan katarak adalah adanya penurunan fungsi penglihatan, seringnya berganti kacamata akibat rabun dekat yang terus meningkat pada orang dewasa, kemudian warna tampak suram, serta silau atau peka terhadap cahaya.
Terlihat bayangan di sekitar cahaya dan mengalami kesulitan membaca atau menonton televisi atau bahkan mengemudi pada malam hari termasuk tanda atau gejala terjadi katarak juga. Pada umumnya katarak tumbuh sangat lambat dan tidak mempengaruhi daya penglihatan sejak awal. Daya penglihatan baru terpengaruh setelah katarak berkembang beberapa lama Karena itu, pasien katarak biasanya menyadari penyakitnya setelah memasuki stadium kritis. Solusi untuk menyembuhkan penyakit katarak secara medis umumnya dengan jalan terapi bedah. Meski begitu, jika keadaan katarak masih belum terlalu parah, bisa diobati dengan obat tetes atau obat yang diminum yang bertujuan untuk menekan pertumbuhan katarak.
Dr Bram memaparkan, operasi katarak terkini yaitu dengan fakoemulsifikasi di mana teknik ini menggunakan energi ultrasound, dan bukan energi laser yang biasanya disalahtafsirkan. Tindakan operasi dimulai dengan pembuatan sayatan kecil antara 1,8 hingga 2,75 milimeter pada kornea.
“Kemudian peralatan fakoemulsifikasi yang bergetar dimasukkan ke dalam mata melalui sayatan kecil tersebut yang lalu menyebabkan emulsifikasi atau pelunakan. Lensa berkatarak kemudian disedot keluar pada waktu bersamaan. Kapsul lensa tetap di tempatnya untuk kemudian menerima lensa buatan yang dimasukkan. Lalu operasi selesai tanpa membutuhkan jahitan apapun,” tandasnya.
Katarak dapat terjadi secara bersamaan pada kedua mata, atau menyerang satu per satu mata seseorang. Hal tersebut tergantung pada penyebab katarak. Misalnya pada katarak karena usia, biasanya bisa menyerang kedua mata, namun prosesnya tidak bersamaan. Kemudian jika katarak disebabkan karena trauma, jika yang terkena hanya satu mata, maka katarak menyerang satu mata saja.
Triawati Prihatsari Purwanto
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




