Pesatnya teknologi di bidang kedokteran memberikan banyak pilihan pada ibu yang akan melakukan persalinan. Ditemukannya bedah caesar memang dapat mempermudah proses persalinan sehingga banyak ibu hamil yang lebih senang memilih cara ini. Meskipun sebenarnya mereka bisa melahirkan secara normal. Akibatnya, banyak perempuan yang takut melahirkan secara normal dan memilih cara caesar tanpa indikasi medis.
Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil. Sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain juga paling mendebarkan. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama sembilan bulan 10 hari bersembunyi di dalam perut akan terlahir ke dunia.
Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, di mana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang besar, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. Rasa sakit dan melelahkan itulah yang akhirnya membuat banyak ibu jauh-jauh hari memilih persalinan dengan cara caesar untuk melahirkan anaknya.
Menurut dr Dewi Anggorowati SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan dari Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta, kelahiran caesar merupakan proses kelahiran yang bukan dari jalurnya, yaitu dengan cara menyayat bagian bawah perut hingga rahim. Sementara, jika melahirkan dengan cara normal adalah melalui mulut rahim atau vagina.
“Banyak pasien saya yang sudah memesan jika anaknya lahir nanti, ingin melakukan persalinan dengan cara caesar. Istilahnya melahirkan by request, namun sering pula saya menolaknya dan memberikan penjelasan bahwa caesar tak selalu baik untuk persalinan,” ungkapnya. Sebab, caesar sama saja dengan membuat ibu menjadi cacat akibat dari luka bekas pembedahan yang ditinggalkan.
Sayang Suami
Selain masalah takut karena proses persalinan yang dimulai dengan mulas, pembukaan jalan lahir, turunnya janin ke panggul, sampai pada kontraksi, umumnya istri melakukan operasi caesar karena sayang suami. Maklum, karena dengan melakukan caesar maka kondisi jalan lahir (vagina) akan tetap terjaga (tidak longgar).
Sebenarnya, bedah caesar adalah operasi besar yang hanya menjadi pilihan ketika keselamatan ibu dan janin terancam. Misalnya, bila persalinan secara alami sudah berlangsung lama tapi tak ada kemajuan sedikit pun.
Kondisi lain yang dipertimbangkan untuk dilakukannya bedah caesar antara lain adanya kelainan panggul, lingkar rongga panggul yang lebih kecil dari ukuran janin, usia ibu yang terlalu tua, kelainan letak plasenta, ukuran bayi terlalu besar (lebih dari 4 kilogram), terjadinya gangguan janin atau bayi kembar.
Menurut Dewi, banyak pemahaman salah yang beredar luas di kalangan ibu hamil soal bedah caesar seperti lebih nyaman karena tidak sakit bila dibanding dengan persalinan normal, lebih aman dan melahirkan caesar bayi lebih pintar.
“Kadang ada pula ibu-ibu yang khawatir untuk dilakukan vakum atau forseps pada persalinan normal, karena dikira anak akan bodoh jika besar nanti. Padahal hal-hal seperti itu tak selalu benar, saya waktu melahirkan juga divakum. Namun anak saya juga tetap tumbuh cerdas tidak ada masalah apa-apa,” terang Dewi mengisahkan.
Yang cukup mengherankan, saat ini ada dokter yang bersedia memenuhi keinginan si ibu untuk operasi caesar kendati tanpa indikasi medis. Alasan pasien biasanya bermacam-macam, misalnya melahirkan sesuai dengan tanggal yang diinginkan karena perhitungan peruntungan, dan lainnya.
Dari segi biaya, operasi caesar jelas jauh lebih mahal setidaknya minimal dua kali lipat dari persalinan normal. Operasi caesar juga meninggalkan luka parut di perut, sehingga kehamilan selanjutnya harus berjarak sekitar 2 tahun. Kemudian jumlah anak pun menjadi terbatas karena parut luka di rahim akan membatasi jumlah operasi. “Memang untuk caesar, waktu proses persalinan jauh lebih singkat tapi hanya tiga anak yang bisa dilahirkan lewat caesar itu. Sebab kondisi rahim yang mudah robek,” terang Dewi, yang lebih suka menerima kelahiran normal.
Perlu diingat oleh para ibu, setiap tindakan operasi sekecil apapun pasti selalu ada risiko yang mungkin saja terjadi, begitu juga dengan caesar. Pembedahan pada rongga perut akan mengakibatkan perlekatan antarorgan dalam rongga perut. Itulah yang menjadi alasan mengapa perlu waktu lebih lama untuk kehamilan berikutnya. (Ikrob Didik Irawan)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







