Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Okupansi Hotel 80 Persen

Senin, 15/03/2010 09:00 WIB - nie

SOLO—Libur panjang yang jatuh mulai  Sabtu (13/3) hingga Selasa (16/3), membuat tingkat hunian (okupansi) sejumlah hotel berbintang di Solo mengalami peningkatan. Pasalnya, banyak perusahaan maupun instansi pemerintahan yang memanfaatkan momen ini untuk menggelar berbagai kegiatan Meeting, Intensive, Conference, and Exhibition (MICE).
Public Relations Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari, Minggu (14/3), menuturkan terkait libur panjang ini rata-rata okupansi The Sunan adalah 80 persen.
“Setelah jeblok pada bulan Januari, sekarang okupansi terus membaik. Bahkan untuk MICE sudah penuh sampai akhir Maret. Untuk hari Sabtu okupansi kita 100 persen, hari Minggu dan Senin 80 persen, sedangkan hari Selasa menurun jadi sekitar 60 persen. Tapi jumlah ini bergerak terus, karena ada juga tamu-tamu yang datang pada waktu last minute,” tuturnya.
Dijelaskannya, pada libur akhir pekan seperti ini, hotel memang lebih diramaikan oleh kegiatan MICE. Namun bukan berati tidak ada tamu dari segmen keluarga. “Dari family mungkin sebenarnya ada, tapi karena kita sudah terlanjur penuh oleh tamu MICE jadi tidak bisa menerima. Kita hanya punya 127 kamar padahal simposium ataupun seminar yang diadakan di sini skalanya nasional dengan jumlah peserta bisa sampai ratusan,” ujarnya.
Jeblok
Kondisi serupa juga diungkapkan  Public Relations Officer Lorin Business Resort and Spa, Kartika Oktavia Pravitasari. “Rata-rata okupansi kita 80 persen dan untuk individual atau family-nya cuma 10 persen sisanya adalah tamu MICE. Dari lima ballroom yang kita miliki sudah penuh semua sampai hari Selasa,” terang Vita.
Sementara itu, kondisi sedikit berbeda dialami Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH). Selama libur panjang ini, tingkat okupansi hotel hanya berkisar 50 persen. Menurut Public Relations Officer KSPH, Tia Kristiyanti, tidak berurutannya hari libur menyebabkan tingkat okupansi tidak melonjak tajam. (nie)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :