Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Nuansa Etnik, Masih Jadi Pilihan

Minggu, 17/01/2010 11:00 WIB - oke

Jika Anda memang tergila-gila dengan fashion yang berbau etnik maka jangan takut untuk tampil percaya diri. Karena elemen etnik masih menjadi kunci tren busana tahun 2010. Hal ini telah terlihat dari berbagai sentuhan eksotis yang menjadi pilihan para desainer, baik perancang internasional maupun lokal.
Seperti desainer, Matthew Williamson yang juga menjabat sebagai direktur kreatif rumah mode Emilio Pucci ini menghadirkan koleksi yang terinspirasi gaya bohemian kaum hippies. Nuansa etnik ala gipsi terasa kental mendominasi rancangan Williamson, yang dipertunjukkan di London Fashion Week pada akhir tahun lalu.
Koleksi tersebut langsung memberikan kesan etnik di antara koleksi lain yang cenderung bergaya kontemporer. Terutama melalui sentuhan hippie ala Meksiko yang dipadukan dengan combat boots beraksen.
Kesan etnik pun tidak ketinggalan dihadirkan para desainer Indonesia. Mulai dari pergelaran tahunan Fashion Tendance APPMI, Trend Show IPMI, Jakarta Fashion Week, serta beragam perhelatan mode sentuhan tradisional dan elemen etnik hadir di sana-sini.
Bukan hanya dari segi penggunaan warna yang mengarah pada palet eksotis, tapi juga ragam material yang digunakan. Kain tradisional Indonesia seperti batik dan tenun tetap merajai panggung pergelaran busana. Lihat saja koleksi para perancang lokal yang tidak jauh-jauh dari nuansa etnik Tanah Air, seperti halnya Carmanita dan Sofie.
Etnik Kontemporer
Sofie menghadirkan karya etnik dalam kemasan modern. Koleksi bertema Gothchic tersebut rupanya terinspirasi dari sisi gelap ala gotik yang dipermanis dengan sentuhan etnik dari kain batik maupun ornamental khas Sofie. Hal itu kemudian dituangkan menjadi koleksi yang bernapaskan etnik kontemporer dalam paduan motif floral, permainan tabrak motif, embroidery, maupun aplikasi dekoratif lainnya.
“Koleksi ini saya tujukan bagi wanita urban yang mapan, mandiri, dan penuh percaya diri,” ujar Sofie. Karena itu, desainer yang memiliki nama lengkap Ahmad Sofiyulloh ini menghadirkan ragam gaya klasik yang dipadu sentuhan folkloris, baik pada blus, terusan pendek, rok selutut, maupun celana jodhpur. Sekali lagi, warna natural jadi pilihan, namun Sofie memberi sentuhan yang berbeda dengan menambahkan palet solid layaknya ungu dan hitam.
Sementara, Carmanita memilih gaya rancangan yang lebih unik melalui teknik tie-dye. Carmanita langsung melukisnya dan sebagian dibantu oleh teman-temannya. Palet lembut layaknya ungu, pink, oranye, kuning, biru muda, dan merah marun menjadi pilihan Carmanita. Meskipun bernuansa etnik, koleksinya hadir sangat simpel. Carmanita mengakui rancangannya memperlihatkan kesan feminin, kasual, dan tentu saja etnik. (oke)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :